Adapun sebagai upaya antisipasinya,BP3K sudah meminta pengamat hama untuk melakukan tindakan pengamatan sampai padapenyempotran. “Untuk yang masih bisa diselamatkan, kita selamatkan. Salah satunya, untuk tanaman yang sudah berbuah dengan menyemprot sekitar buahnya,” terang Anton.
Anton menyebutkan, pola serangan hama belalang ini berbedah-bedah untuk setiap tanaman. Yang paling parah terkenak untuk tanaman yang lebih dahulu ditaman tidak sesuai jadwal musim tanam.
Namun demikian, Anton mengatakan, luasan lahan yang terkenak hama tersebut tidak sebeapa luas, hanya sekian persen saja dari luasan lahan tanaman jagung di Kecamatan Tabongo sekitar 1000 hektar lebih. “Hanya sekitar 30 an hektar saja yang terkena dari kurang lebih 1000 hektar lahan se Kecamatan Tabongo,” pungkas Anton.(dix/ded/rt/hargo)
