Rabu, 20 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DPO Kasus Illegal Logging Diringkus di Sulteng

Oleh Admin Hargo , dalam Headline HumKam , pada Minggu, 10 Oktober 2021 | 02:06 AM Tag: , , , ,
  Tersangka kasus illegal logging berinisial YT (tengah) saat diamankan Tim Tabur Kejati Gorontalo, di Desa Boyou, Kecamatan Luwuk, Banggai, Sulteng. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, berhasil menangkap seorang DPO narapidana kehutanan (Illegal Logging) yang melarikan diri ke Sulawesi Tengah (Sulteng).

Informasi dihimpun Hargo.co.id, terpidana berinisial YT itu, ditangkap pada salah satu bengkel di Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulteng, sekitar pukul 11.00 Wita, Sabtu, (09/10/2021).

YT telah ditetapkan bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1942K/Pid.Sus/2018. Dikabarkan, yang bersangkutan melarikan diri pada saat akan dilakukan eksekusi oleh JPU Kejaksaan Kota Gorontalo.

Sehingga, ia ditetapkan sebagai DPO oleh Kejati Gorontalo. Dalam penangkapan terhadap YT, Tim Tabur Kejati Gorontalo di Back Up oleh Tim Intelijen Kejati Sulteng dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai.

“Saat ini YT diamankan di Kejari Banggai untuk dibawa ke Gorontalo menjalani hukumannya,”kata Kasi Penkum Kejati Gorontalo, Mohammad Kasad, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Hargo.co.id, Sabtu (09/10/2021).

YT merupakan terpidana perkara Tindak Pidana Kehutanan, melanggar Pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Di mana, terpidana ini turut serta melakukan, mengangkut kayu yang tidak dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan,”jelas Mohammad Kasad.

“Kami mengimbau kepada seluruh DPO Kejati Gorontalo untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” kunci Kasi Penkum Kejati Gorontalo. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 433 times, 1 visits today)

Komentar