Hargo.co.id – Indonesia merupakan salah satu tempat yang banyak dicintai pemain bulu tangkis dunia, termasuk pasangan ganda putri Denmark Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen.
Keramahan para penggemar dan semangat mereka dalam mendukung Juhl/Pedersen diakui pasangan yang kerap dijuluki ‘Tante Denmark’ oleh para pecinta bulu tangkis Tanah Air itu menjadi alasan utama keduanya sangat senang bermain di Indonesia.
“Bertanding di Indonesia selalu asyik. Kami suka bagaimana para penonton selalu antusias melihat kami bermain. Bagus sekali kalau sebulan sekali bisa ada turnamen di Indonesia. Kami ingin sering-sering bermain di sini,†ujar Juhl saat ditemui di Istora Senayan Jakarta.
![]()
Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen bersama para penggemar mereka saat ajang Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan Jakarta (Instagram Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen @rytterjuhlpedersen)
Namun, menurut Juhl/Pedersen, kecintaan mereka terhadap suporter Indonesia juga dipicu oleh hal lain.
Belum lama ini, Juhl/Pedersen merilis sebuah buku yang menceritakan secara blak-blakan kehidupan asmara mereka berdua, yang ternyata sudah terjalin sejak tahun 2009.
Buku berjudul Det Unnike Makkerskab, atau yang secara harafiah berarti ‘Kemitraan yang Unik’ itu rupanya mendapat respon positif dari para pecinta bulu tangkis, termasuk di Indonesia.
Hal inilah yang membuat Juhl/Pedersen merasa semakin diterima di Indonesia dengan keadaan mereka yang demikian.
“Sejak kami merilis buku tersebut jelang akhir tahun 2017, kami mendapat dukungan yang sangat banyak dari para penggemar di Indonesia. Hal itu membuat kami merasa semakin dihargai dan dicintai oleh penggemar kami di sini,†ujar Pedersen.
Kecintaan Juhl/Pedersen kepada para penggemar mereka di Indonesia juga sering mereka curahkan di akun media sosial Instagram mereka berdua.
Lewat akun @rytterjuhlpedersen, keduanya tidak pernah lupa meminta dukungan dan berterima kasih kepada para penggemar mereka di setiap unggahan foto selama Indonesia Masters 2018 berlangsung. Di mata Juhl/Pedersen, suporter mereka di Indonesia adalah suporter yang fantastis.
Ditambah dengan kondisi Istora Senayan Jakarta yang sudah dipugar, keduanya mengaku tidak sabar untuk kembali bertanding di sana.
“Kami tidak sabar untuk segera kembali lagi ke Istora Senayan di ajang Indonesia Terbuka 2018 nanti,†ujar Juhl.
(kar/JPC)
