Kamis, 6 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Unit Rumah di Boalemo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 300 Juta

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 19 September 2022 | 16:05 Tag: ,
  Dokumentasi kebakaran di Desa Pentadu Timur, Tilamuta. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Waktu menunjukan sekitar pukul 04.10 Wita, Sapaatun Lasahimpo (7), anak dari pemilik rumah, terbangun dari tempat tidurnya. Ia terbangun lantaran hawa panas api yang membakar rumah mereka berlokasi di Desa Pentadu Timur, Tilamuta, Boalemo, Senin, (19/09/2022).

Bingung apa hendak dibuat, anak kecil itu hanya bisa membangunkan ibunya Cindra Lasena (28) yang sedang tidur pulas. Nahas, betapa kaget istri dari Renaldi Lasahimpo (40) itu, melihat kobaran api membakar badan rumah. Tak ada kata-kata lagi, selain hanya berteriak meminta pertolongan warga setempat.

Si Jago Merah terus membesar dan merembes ke rumah tetangga Firhan Kadula (25). Waktu kejadian ini, suaminya Renaldi Lasahimpo sedang melaut. Sedangkan Firhan Kadula tetangganya, dikabarkan juga tak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran tersebut.

Cindra Lasena dan putrinya itu pun, hanya bisa pasrah sembari mengharapkan pertolongan. Keduanya tak sempat mengevakuasi barang-barang berharga di dalam rumah, mengingat kobaran api yang begitu cepat dan sulit dipadamkan. Walhasil, keduanya hanya mampu menyelamatkan diri masing-masing.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Boalemo, Erfin PLH. Susanto yang dikonfirmasi Hargo.co.id, menerangkan, pihaknya menerima laporan sekitar Pukul 04.26 Wita. Tak menunggu waktu lama, personel langsung diterjunkan bersama dua unit Armada menuju TKP yang berjarak sekitar 1 KM.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan dua unit Armada. Tiba di lokasi Pukul 04.28 Wita, pemadaman Pukul 04.29 Wita, dan selesai pemadaman Pukul 04.33 Wita. Pendinginan pada Pukul 04.34 Wita, selesai Pukul 04.37 Wita. Operasi kami hentikan pada Pukul 04.42 Wita, dan selanjutnya balik di Markas Komando Pukul 05.00 Wita,”ujarnya menerangkan.

Erfin PLH. Susanto berkata, waktu pemadaman, pihaknya dibantu oleh TNI-Polri, Pemerintah Desa, dan warga setempat. Adapun berdasarkan pengamatan TKP dan wawancara pemilik rumah yang berada di TKP, sumber api diduga lantaran korsleting aliran listrik.

Meski tak ada korban jiwa kata dia, kerugian materil akibat peristiwa tersebut, ditaksir mencapai Rp 300 Juta. Ini diakumulasi dari dua bangunan rumah semi permanen beserta isinya. 

“Barang-barang harian milik para korban ikut terbakar, peralatan dapur, isi kios, barang elektronik, satu unit motor, hingga uang tunai senilai Rp 55 Juta,”ungkapnya.

Kepala Desa Pentadu Timur, Thomas Paera, ketika dikonfirmasi, juga membenarkan kerugian atas peristiwa itu mencapai ratusan juta rupiah. Para korban saat ini kata Thomas Parera, masih merasakan trauma. Sekarang ini, mereka menumpang di rumah keluarga.

“Tindakan kami Pemerintah Desa waktu kejadian itu, langsung bergegas ke lokasi dan berupaya menghubungi pihak Damkar. Alhamdulillah sore tadi, Pemerintah Daerah juga sudah turun memberikan bantuan, berupa peralatan dapur, tempat tidur, dan juga amplop,” tutupnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 186 times, 1 visits today)

Komentar