Dari keterangan para saksi, di kamar hotel itulah, pesta narkoba jenis sabu-sabu dimulai. Korban dipaksa mengonsumsi sabu-sabu. Karena sudah tidak terkontrol, korban membuat kegaduhan.
â€Ini yang menjadi alasan mereka pindah ke Hotel bintang tiga di pusat Kota Gorontalo. Korban pun ditarik paksa,†terangnya.
Dalam perjalanan ke Manado, terjadi perkelahian. Saksi jengkel karena korban tidak mengenakan celana dalam. Padahal, saat itu dia sedang menstruasi.
Darah membasahi celana korban. ’’Itu menurut keterangan saksi dan dibenarkan pemilik kos,†tuturnya.
Mengenai kabar adanya keterlibatan oknum polisi dan orang tua saksi yang tercatat sebagai PNS di Polda Sulut, Pitra belum bisa memastikan.
â€Memang kami sudah mendapat laporan terkait dengan hal tersebut. Namun, hingga kini masih didalami,†ujarnya.
Di bagian lain, informasi yang dirangkum Gorontalo Post dari sejumlah sumber menyebutkan, Siv datang ke Gorontalo bersama dua rekan perempuannya Mey dan Yun.
