Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Duh, Komisi III Endus Kontraktor Abal-abal, Begini Motifnya

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 17 Mei 2016 | 21:15 Tag: ,
  

Hargo.co.id PUNCAK BOTU - Pelaksanaan tender proyek pada tahun ini disinyalir belum sepenuhnya menghasilkan kontraktor profesional.

Buktinya, laporan mengenai adanya kontraktor abal-abal masih terus saja masuk ke Komisi III Deprov Gorontalo yang membidangi proyek.

Seperti diutarakan anggota Komisi III, Helmi Adam Nento, pihaknya telah mendapatkan laporan ada kontraktor yang telah menerima pencairan tahap I sebesar 30 persen, tapi belum juga melaksanakan pekerjaan. Padahal dana telah dicairkan dari satu bulan lalu.

“Informasi yang masuk ini terjadi untuk proyek di Cipta Karya Dinas PU,” jelasnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, dihadapan Gorontalo Post, Helmi Adam langsung menghubungi salah satu pegawai di Cipta Karya Dinas PU Provinsi untuk mengroscek kebenarannya. Dan dari pengakuan pegawai tersebut, laporan itu memang benar terjadi. Ada beberapa kontraktor yang belum juga melaksanakan pekerjaan padahal sudah menerima dana tahap I.

“Berapa banyak kontraktor seperti itu, tidak disebutkan. Tapi menurut dia (pegawai Dinas PU) memang ada kontraktor seperti itu,” ujar Helmi Adam kepada media ini usai menutup teleponnya.

Politisi PKS itu mengungkapkan, tindakan seperti ini dilakukan oleh kontraktor yang tidak punya modal finansial. Yang penting punya perusahaan.

“Biasanya kontraktor seperti ini hanya modal kecap (omongan.red). Mereka menangkan dua tender. Mana yang lebih dulu cair digunakan untuk biayai pekerjaan lain. Nanti kalau cair proyek lain digunakan untuk modali pekerjaan satunya lagi,” jelasnya.

Hal ini tentu sangat merugikan daerah. Menurut Helmi ancaman yang akan dihadapi adalah molornya pekerjaan. Makanya Komisi III menginginkan ada ketegasan dari instansi penyedia pekerjaan.

“Karena sudah terlanjur menang tender ya harus ditegasi dan diawasi betul. Jangan sampai molor lagi. Apalagi sekarang kan mulai musim hujan dan akan masuk Ramadan nanti ini jadi alasan untuk menunda pekerjaan,” bebernya. (rmb/hargo)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar