Sekali kencan, dia pasang tarif jutaan. Nominal itu di luar honor foto hot senilai Rp 700 ribu – Rp 800 ribu. “Rp 1,5 juta untuk job meong-nya,†singkatnya.
Job meong…, apa itu? Berjualan kucing? Jelas bukan.
Itu merupakan kode rahasia bagi model yang bersedia diberi pekerjaan tambahan berupa memuaskan pria hidung belang. “Tadinya saya tidak tahu istilah itu. Pertama dengan dari kawan sesama model,†ungkapnya.
Lama-kelamanan, Mona makin akrab dengan istilah job meong dan mengenal satu per satu si pengguna kode tersebut.
Bagaimana bisa terjerumus ke pergaulan job meong? Setelah lama ngobrol, remaja dengan rambut panjang sepunggung ini mengaku korban broken home. Kedua orang tuanya bercerai. Sang ayah kemudian menikah dengan perempuan lain.
Mona berontak dan kabur dari rumah. â€Pas mau mendekati ujian (SMA, red) saya putuskan pergi dari rumah,†kenangnya.
Tapi kabur dari rumah memaksa Mona untuk menghidupi diri sendiri. Dia juga punya tanggungan adik-adiknya yang butuh biaya sekolah.
“Adik-adik saya butuh biaya sekolah. Belum kebutuhan sehari-hari di kampung,†ujarnya sambil menyebut salah satu wilayah di eks Karesidenan Surakarta sebagai tempat kelahirannya.
Kali pertama foto “panas†sekitar 2012. Honornya relatif murah, Rp 200 ribu. Ternyata agensi tersebut tidak hanya menyediakan model untuk difoto. Tapi juga sexy dancer
Tanpa sepengetahuan pihak manajemennya, Mona mulai menerima job di luar proyek. “Saya pernah tari telanjang, topless, dibayar Rp 2 juta,” jelasnya.
“Saya terpaksa melakukan karena job foto minim dan gaji dari pemandu lagu belum turun. Makanya saya minta dicarikan pelanggan oleh kawan,” imbuh dia.
Adakah model job meong lainnya? Mona kemudian mengambil smartphone-nya dan menunjukkan sejumlah foto model syur. Tapi mayoritas mereka sudah pindah ke Bali, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.
“Rata-rata memang seperti itu. Kalau yang masih di Solo, tarifnya Rp 1 juta – Rp 3 juta untuk kencan semalam,” jelasnya.
Dari link Mona pula, Jawa Pos Radar Solo bertemu model pengguna sandi job meong. Sebut saja Sandra.
