Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ekspor Jagung Gorontalo Kembali Bergairah, Gorontalo Buka Ekspor Perdana

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 15 Februari 2018 | 13:12 Tag:
  

GORONTALO, Hargo.co.id– Setelah kurang lebih dua tahun tidak pernah melakukan ekspor jagung, karena memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, kini pasar ekspor jagung dari Gorontalo kembali bergairah. Gorontalo merupakan daerah pertama di Indonesia yang melakukan pengiriman jagung ke luar negeri tahun ini.

Pelepasan ekspor jagung dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Rusli Habibie di pelabuhan laut Gorontalo, Rabu (14/2). Sebanyak 57.650 ton jagung diberangkatkan dengan kapal berbendera Vietnam dari pelabuhan Gorontalo ke Filiphina, kemarin.
Kementerian Pertanian RI memberikan target 100 ribu ton jagung untuk diekspor dari Gorontalo.

Artinya masih ada 42.350 ton yang mesti direalisasikan tahun ini, dengan begitu peluang ekspor masih terbuka lebar. Apalagi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Filipina membutuhkan 1 jutan ton jagung dari Indonesia, sedangkan Malaysia sebanyak 3 juta ton. “Dua negara tetangga kita itu saja sudah empat juta ton.

Itu peluang emas bagi petani Indonesia termasuk (petani) di Gorontalo,”ujar Andi Amran Sulaiman, kemarin. Ia bangga, Gorontalo menjawab keraguan ekspor jagung selama ini. Produksi jagung yang meningkat merupakan bukti keseriusan pencapaian produksi jagung nasional. Gorontalo yang diberi target produksi 1,2 juta ton, mampu melampauinya dengan jumlah produksi hingga 1,5 juta ton.

Menurut Andi Amran, pada tahun 2014, Indonesia melakukan impor jagung 3,6 juta ton dengan nominal Rp 10 triliun. Impor terus belangsung hingga tahun lalu. Pada tahun 2016, kata Andi Amran, saat laporan dihadapan Presiden Jokowi, ia diberi tantangan untuk membalik impor menjadi ekspor. “Perintah Pak Presiden, untuk meningkatkan ekonomi kita salah satunya harus ekspor,”ujar Andi Amran.

Ia ketika itu meminta waktu dua tahun untuk menjawab tantangan Presiden Jokowi. Tantangan itu, lanjut Menteri Andi Amran ternyata dijawab oleh petani jagung Gorontalo. Tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia melakukan ekspor dan itu dilakukan dari Gorontalo. “Terima kasih pak Gubernur, ini menggugurkan (anggapan) bahwa data (kekurangan produksi) itu salah.

Hari ini kita ekspor. Inilah jawaban yang selalu kita pertanyakan, hari ini terjawab,”ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Lebih lanjut Andi Amran mengatakan, jika keberhasilan Gorontalo meningkatkan produksi jagung, membuat kementerian yang dipimpinya menetapkan Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional, selain Lampung, NTB, NTT, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Selain itu, Pemerintah kata Amran juga memberikan kepastian harga dasar jagung bagi petani. Melalui Peraturan Presiden (Perpres), pemerintah menetapkan harga jagung ditingkat petani Rp 3.150 per Kg untuk kadar air 15 persen. Bulog berkewajiban menyerap jagung petani, jika di harga beli jagung ditingkat petani lebih rendah dari pada ketetapan Peraturan Presiden.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan komitmen pemerintah untuk terus memfasilitasi petani meningkatkan produksi jagung. Petani, kata Gubernur harus dipenuhi kebutuhan mereka, seperti bibit, pupuk, alsintan, maupun kebutuhan lainya. “Lantai jemur supaya kualitas pengeringan jagung baik? Bantu mereka. Begitu juga dengan harga jagung yang harus tetap stabil,” jelas Gubernur dua periode itu.

Sebelum melakukan pelepasan ekspor jagung di pelabuhan laut Gorontalo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didmapingi Aster Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Mayjen TNI Supartodi, dan Gubernur Rusli Habibie, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono, anggota komisi VII DPR RI Fedel Muhammad dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf melakukan panen raya jagung di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. (tro/hg)

(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar