Ekonomi

Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat

×

Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat

Sebarkan artikel ini
Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat
Enal, penjahit yang masih bertahan di Pasmolim. (Foto: Lika Anda Rista/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Enal Ka’aba (50), pemilik usaha kecil Nayla Taylor, masih setia menekuni profesi penjahit di Pasar Modern Limboto (Pasmolim), Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Habis dalam Empat Jam, Cluster Neora Jadi Primadona di Metland Menteng

Usaha tersebut telah ia jalani sejak tahun 1997, jauh sebelum kawasan tersebut dikenal sebagai Pasmolim.

Ditemui pewarta beberapa waktu lalu, Enal menceritakan perjalanan panjang usahanya. Sebelum berdiri Pasmolim, lokasi tersebut dikenal dengan nama Shopping Center Limboto.

Berita Terkait:  Naniura, “Sashimi Nusantara” Warisan Sakral dari Tanah Batak

Enal mengaku sudah membuka usaha jahitnya sebelum terjadinya kebakaran gedung Shopping Center pada tahun 2018.

Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti. Setelah kejadian itu, kawasan tersebut kemudian dibangun kembali dan kini menjadi Pasmolim.

Berita Terkait:  Update Nataru 2025/2026: 76.271 Tiket KA Keberangkatan dari Daop 5 Purwokerto Masih Tersedia

Dalam menjalankan usahanya, Enal mengatakan pendapatannya tidak menentu dan sangat bergantung pada jumlah pelanggan yang datang. Untuk satu pasang pakaian, ia mematok harga sekitar Rp200 ribu.

Namun dalam satu bulan, ia mengaku terkadang hanya mendapatkan sekitar empat pelanggan.

Berita Terkait:  Holding Perkebunan Nusantara Pererat Silaturahmi dengan Warga Po’ona melalui Program TJSL PTPN 1 Regional 8

“Kadang sehari ada pelanggan, kadang juga tidak sama sekali. Tergantung situasi pasar,” ujar Enal.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya bukan satu-satunya penjahit di Pasmolim. Dahulu, terdapat sekitar 12 penjahit yang membuka usaha di kawasan tersebut, meski kini jumlahnya sudah jauh berkurang.

Berita Terkait:  Pasar Ambuwa, Kawasan Kuliner yang Menggunakan Metode Transaksi Kepingan Tempurung

Meski demikian, Enal tetap berharap Pasar Modern Limboto ke depannya bisa kembali ramai dikunjungi masyarakat, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil yang masih bertahan.

“Harapannya pasar ini bisa lebih ramai lagi, supaya usaha kecil seperti kami juga bisa hidup,” tutupnya. (MG-05) 

Berita Terkait:  William Lim Mengkaji Peluang Asimetris dan Rekalibrasi Efisiensi Modal dalam Prospek Makro Asia Tenggara 2025