Ekonomi

Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat

×

Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat

Share this article
Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat
Enal, penjahit yang masih bertahan di Pasmolim. (Foto: Lika Anda Rista/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Enal Ka’aba (50), pemilik usaha kecil Nayla Taylor, masih setia menekuni profesi penjahit di Pasar Modern Limboto (Pasmolim), Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  ITSM Perkuat Posisi sebagai Kampus Inovatif melalui Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies pada Kazan Forum 2026

Usaha tersebut telah ia jalani sejak tahun 1997, jauh sebelum kawasan tersebut dikenal sebagai Pasmolim.

Ditemui pewarta beberapa waktu lalu, Enal menceritakan perjalanan panjang usahanya. Sebelum berdiri Pasmolim, lokasi tersebut dikenal dengan nama Shopping Center Limboto.

Berita Terkait:  Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 6 Yogyakarta Salurkan Bantuan TJSL Senilai Rp390.341.000,-

Enal mengaku sudah membuka usaha jahitnya sebelum terjadinya kebakaran gedung Shopping Center pada tahun 2018.

Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti. Setelah kejadian itu, kawasan tersebut kemudian dibangun kembali dan kini menjadi Pasmolim.

Berita Terkait:  Paparan Polusi pada Kulit Bayi: Mengapa Perlindungan Tambahan Itu Penting

Dalam menjalankan usahanya, Enal mengatakan pendapatannya tidak menentu dan sangat bergantung pada jumlah pelanggan yang datang. Untuk satu pasang pakaian, ia mematok harga sekitar Rp200 ribu.

Namun dalam satu bulan, ia mengaku terkadang hanya mendapatkan sekitar empat pelanggan.

Berita Terkait:  Rayakan Hari Konsumen, JTT Berikan Kejutan Manis Pengguna Jalan Tol Trans Jawa

“Kadang sehari ada pelanggan, kadang juga tidak sama sekali. Tergantung situasi pasar,” ujar Enal.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya bukan satu-satunya penjahit di Pasmolim. Dahulu, terdapat sekitar 12 penjahit yang membuka usaha di kawasan tersebut, meski kini jumlahnya sudah jauh berkurang.

Berita Terkait:  Cara Tingkatkan Efektifitas Iklan CTA WA dengan WhatsApp API Barantum

Meski demikian, Enal tetap berharap Pasar Modern Limboto ke depannya bisa kembali ramai dikunjungi masyarakat, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil yang masih bertahan.

“Harapannya pasar ini bisa lebih ramai lagi, supaya usaha kecil seperti kami juga bisa hidup,” tutupnya. (MG-05) 

Berita Terkait:  Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya