Ekonomi

Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat

×

Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat

Share this article
Enal, Penjahit yang Masih Bertahan di Pasmolim, Harapkan Konsumen Kembali Meningkat
Enal, penjahit yang masih bertahan di Pasmolim. (Foto: Lika Anda Rista/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Enal Ka’aba (50), pemilik usaha kecil Nayla Taylor, masih setia menekuni profesi penjahit di Pasar Modern Limboto (Pasmolim), Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Rencana Masa Depan Kini Lebih Ringan, Cek Fasilitas Pembiayaan dari BRI Finance Ini

Usaha tersebut telah ia jalani sejak tahun 1997, jauh sebelum kawasan tersebut dikenal sebagai Pasmolim.

Ditemui pewarta beberapa waktu lalu, Enal menceritakan perjalanan panjang usahanya. Sebelum berdiri Pasmolim, lokasi tersebut dikenal dengan nama Shopping Center Limboto.

Berita Terkait:  Emas Berpotensi Melonjak ke 4.740, Ini Pemicunya

Enal mengaku sudah membuka usaha jahitnya sebelum terjadinya kebakaran gedung Shopping Center pada tahun 2018.

Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti. Setelah kejadian itu, kawasan tersebut kemudian dibangun kembali dan kini menjadi Pasmolim.

Berita Terkait:  Berani Melangkah, Siap Mendunia: Cerita Inspiratif Mahasiswa BINUS @Alam Sutera yang Berkuliah di Taiwan

Dalam menjalankan usahanya, Enal mengatakan pendapatannya tidak menentu dan sangat bergantung pada jumlah pelanggan yang datang. Untuk satu pasang pakaian, ia mematok harga sekitar Rp200 ribu.

Namun dalam satu bulan, ia mengaku terkadang hanya mendapatkan sekitar empat pelanggan.

Berita Terkait:  Bongkar Strategi 'Social Proof': Rahasia di Balik Viralnya Brand dan Influencer yang Jarang Diketahui Publik

“Kadang sehari ada pelanggan, kadang juga tidak sama sekali. Tergantung situasi pasar,” ujar Enal.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya bukan satu-satunya penjahit di Pasmolim. Dahulu, terdapat sekitar 12 penjahit yang membuka usaha di kawasan tersebut, meski kini jumlahnya sudah jauh berkurang.

Berita Terkait:  Bank Raya Kembali Raih Penghargaan, Semakin Perkuat Reputasi di Industri Bank Digital

Meski demikian, Enal tetap berharap Pasar Modern Limboto ke depannya bisa kembali ramai dikunjungi masyarakat, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil yang masih bertahan.

“Harapannya pasar ini bisa lebih ramai lagi, supaya usaha kecil seperti kami juga bisa hidup,” tutupnya. (MG-05) 

Berita Terkait:  KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”