Selasa, 27 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gasak 19 Unit Handphone, Seorang Pria di Gorontalo Diringkus Polisi

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:35 Tag: , , ,
  Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K saat menggelar Press Conference kasus pencurian. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tim Resmob Rajawali Sat Reskrim Polres Gorontalo Kota bersama Anggota Unit Reskrim Polsek Kota Tengah berhasil meringkus seorang pemuda berinisial HMI alias Eman (32), Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Senin (15/08/2022).

Informasi yang berhasil dihimpun Hargo.co.id, Eman diringkus oleh Tim Reserse gabungan atas keterlibatannya terkait pencurian handphone di salah satu toko yang berlokasi di Jalan H.B Jassin, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo pada Sabtu (13/08/2022) sekitar pukul 02.30 Wita.

Melalui Press Release yang digelar di Mapolres pada Selasa (16/08/2022), Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K menjelaskan, dari pengungkapan ini pihaknya berhasil mengamankan 1 orang pelaku dan 19 unit handphone android senilai Rp.161.681.000.

“Jadi awalnya selama dua hari pelaku memantau situasi dan kondisi di toko yang menjadi targetnya. Pada hari ke tiga ia langsung melancarkan aksinya,” jelas AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si.

Lebih lanjut Kapolres Gorontalo Kota yang baru sebulan menjabat itu mengungkapkan, sebelum berhasil masuk kedalam toko dan menggasak handphone, pelaku terlebih dahulu membuka paksa jendela menggunakan linggis.

“Setelah menerima laporan, Tim Resmob bersama Unit Reskrim Polsek Kota Tengah langsung menuju ke tkp dan melakukan penyelidikan. Setelah identitas pelaku berhasil dikantongi, Tim berhasil meringkusnya tanpa perlawanan,” ungkap AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si.

Kapolres juga menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, HMI terancam akan dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 Ke 3 KUHPidana, dengan ancaman pidana selama 7 tahun.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 688 times, 1 visits today)

Komentar