Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo, ‘Dilindungi’ Aplikasi PeduliLindungi

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Selasa, 4 Januari 2022 | 22:12 PM Tag: , ,
  Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Hendra R. Abdul melakukan skrining QR Code PeduliLindungi saat masuk ke Gedung DPRD. (Foto:Deice Pomalingo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo kini ‘dilindungi’ aplikasi PeduliLindungi agar tak diterjang wabah Covid-19. Buktinya, siapa saja yang akan masuk di gedung ini, harus dilakukan skrining ketat di pintu masuk scan barcode.

Pantauan hargo.co.id, Selasa (04/01/2021), diwajibkan seluruh anggota DPRD, staf dan tamu melakukan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase mengatakan, penerapan skrining tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan perlindungan kesehatan bagi para anggota DPRD dan staf sekaligus dalam rangka mendukung pelaksanaan protokol kesehatan yang baik menuju pemulihan ekonomi. 

“Aplikasi PeduliLindungi akan memuat dokumen kesehatan pengguna, seperti riwayat vaksinasi Covid-19. Dan untuk mengetahui mereka yang sudah dan belum menerima vaksin. Jadi semua yang ada di DPRD wajib menggunakan aplikasi QR Code PeduliLindungi,” kata Syam T. Ase.

Untuk itu, Syam T. Ase meminta agar seluruh anggota DPRD dan staf Sekretariat Dewan memperkuat protokol kesehatan di lingkungan DPRD dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. 

“Saya mengajak kepada seluruh anggota dan staf sekretariat menggunakan platform PeduliLindungi untuk melakukan pemeriksaan (skrining) yang telah disediakan, termasuk kepada pengunjung yang masuk di DPRD,” jelas Syam T. Ase. 

Ia menambahkan, aplikasi QR Code PeduliLindungi juga terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan data vaksinasi nasional. Apabila seseorang menjalani tes Covid-19 dengan hasil positif, maka aplikasi ini akan secara otomatis memberikan notifikasi kepada orang yang selama 14 hari terakhir teridentifikasi sebagai kontak erat. 

“Jadi aplikasi QR Code sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menekan risiko penyebaran virus. Kami berharap seluruh kantor pelayanan masyarakat dapat menerapkan hal serupa,” tutup Syam T. Ase. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar