Gegara Musim Penghujan, Omzet Pedagang Kuliner di Lapangan Taruna Remaja Merosot

×

Gegara Musim Penghujan, Omzet Pedagang Kuliner di Lapangan Taruna Remaja Merosot

Sebarkan artikel ini
Lapak pedagang kuliner di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.
Lapak pedagang kuliner di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo kini tak hanya menjadi fasilitas untuk olahraga, namun telah menjadi salah satu tempat pusat aktivitas warga Kota Gorontalo.

Banyaknya pengunjung serta area lapangan yang cukup luas memberikan kesempatan dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, utamanya pada bisnis usaha kuliner pedagang kaki lima.

Terpantau setiap harinya banyak gerobak jualan dengan berbagai pilihan menu yang bervariatif memenuhi area tersebut. Apalagi pada bulan ramadan, lokasi kuliner ini menjadi salah satu tempat bagi warga untuk berbuka puasa, bahkan ada juga warga yang melakukan santap sahur di lokasi tersebut.

Namun waktu berjualan yang terhitung lama ternyata tidak menjamin banyaknya omzet yang diperoleh para pedagang. Aminah Aziz (48), salah satu pedagang di Lapangan Taruna mengaku bahwa omzet penjualan di bulan ramadan tahun ini menurun.

“Penjualan saya sudah beberapa hari ini omzet nya menurun, apalagi sering hujan jadi pengunjung itu kurang,” kata Aminah, ketika diwawancarai awak media, Selasa (4/4/2023).

Dirinya juga mengungkapkan, pendapatan yang biasa ia peroleh setiap harinya bisa mencapai Rp 1.700.000, bahkan lebih. Tetapi karena faktor cuaca, maka pendapatan yang diperoleh sekarang hanya berada dikisaran Rp. 500.000.

Hal senada juga dikatakan oleh Ayub. Menurutnya, omzet penjualannya tidak sebanding dengan ramadan tahun 2022.

“Ramadan tahun kemarin omzet saya lebih besar dibandingkan dengan tahun ini, meskipun kami bukanya dari sore hari hingga menjelang subuh, namun tetap saja hasilnya terhitung sedikit,” ungkap Ayub.

“Kami berharap agar kondisi cuaca bisa kembali normal dan pengunjung yang mau makan di Lapangan Taruna ini akan semakin banyak,” tutupnya. (*)

Penulis: Indrawati Endris dan Nazlia Busra/Mahasiswa Magang