Hargo.co.id, GORONTALO – Petualangan politik Rum Pagau dalam belantara politik Gorontalo rupanya belum berakhir. Kekalahan di Pilwako Gorontalo, tak menyurutkan semangat mantan Bupati Boalemo itu untuk terus merasakan kompetisi dalam pertarungan politik. Pada Pileg 2019, Rum Pagau memutuskan maju dalam pencalonan DPRD Provinsi di dapil IV Kabupaten Gorontalo (Boliyohuto grup) melalui partai Nasdem.
Dalam menjajaki karir politik, Rum Pagau sejauh ini terkesan untuk selalu menghindari zona nyaman. Dia selalu ingin mencari tantangan baru. Hal itu terlihat dari keputusannya untuk ikut pemilihan Bupati Boalemo pada 2011 silam. Saat mencalonkan diri, Rum Pagau sedang menempati jabatan Wakil Ketua DPRD Boalemo.
Meski tak diperhitungkan, Rum Pagau bisa memenangkan Pilbup Boalemo. Hingga obsesinya untuk bisa terus memimpin Boalemo di periode kedua terhenti setelah dicoret dalam pencalonan Pilkada Boalemo 2017.
Adrenalin Rum Pagau untuk merasakan tantangan baru, kembali muncul dalam penyelenggaraan Pilwako Gorontalo. Berbekal popularitas dan pengalaman memimpin Boalemo, Rum Pagau memutuskan ikut Pilwako meski harus menghadapi figur incumbent Marten Taha dan mantan incumbent Adhan Dambea.
Walau menempati peringkat ketiga dalam perolehan suara, dukungan rakyat Kota Gorontalo terhadap Rum Pagau cukup siginifikan mencapai 22 persen dari jumlah pemilih yang menyalurkan hak politiknya.
Tak butuh waktu lama bagi Rum Pagau untuk memutuskan kesinambungan karir politiknya. Menjelang pendaftaran caleg untuk pemilu legislatif 2019, Dia memutuskan untuk bertarung dalam pencalonan DPRD Provinsi.
Lagi-lagi Rum Pagau memutuskan untuk keluar dari zona nyaman. Dia tak memilih dapil Pohuwato-Boalemo atau dapil Kota Gorontalo untuk memperbesar peluangnya agar bisa terpilih. Rum memutuskan mencari tantangan baru dengan memilih dapil IV Kabupaten Gorontalo yaitu Boliyohuto grup.
Di dapil ini, Rum Pagau kembali akan menghadapi lawan berat utamanya para caleg incumbent. Seperti Ketua DPC PDIP Kabupaten Gorontalo Veny Anwar yang kini menjadi Ketua Fraksi PDIP di Deprov. Lalu ada politisi senior Golkar Sun Biki dan politisi Golkar lainnya Warsito Sumawiyono yang sama-sama duduk di Komisi II. Serta Ketua DPC Demokrat Kabupaten Gorontalo Chamdi Mayang dan Sekretaris DPW PKS Gorontalo Manaf Hamzah. Keduanya juga duduk di Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Pencalonan Rum Pagau di dapil Boliyohuto grup tentu akan menambah panas tensi pertarungan caleg Deprov di dapil ini. Rum Pagau hadir dan bersaing melawan incumbent.
Tentu ini akan menjadi pertarungan yang sarat gengsi. Nama besar Rum Pagau melawan reputasi dan ketokohan para figur incumbent. Bagi Rum Pagau pertarungan di Pileg 2019 juga akan menentukan masa depan karir politiknya. Bila terpilih maka popularitasnya tidak akan tergerus oleh perjalanan waktu. (rmb/gp/hg)
