Geram Dengan Investasi Sawit di Popayato, Rizal: Sudah Sangat Merugikan Masyarakat

×

Geram Dengan Investasi Sawit di Popayato, Rizal: Sudah Sangat Merugikan Masyarakat

Share this article
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Thaib Pasuma.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Thaib Pasuma.

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Thaib Pasuma, geram dengan sikap pihak perusahaan Sawit di wilayah Popayato yang kerap menimbulkan polemik dengan masyarakat. Bahkan, menanggapi tuntutan sejumlah masyarakat, Rizal menyebut sebagai investor yang sejatinya memberikan keuntungan bagi masyarakat dan daerah, perusahaan sawit Popayato justru dianggap merugikan.

“Memang benar investasi sawit ini (Popayato) sangat merugikan masyarakat,” tegas Politisi Golkar ini.

Dijelaskan Rizal, Tudingan merugikan masyarakat sudah sangat tepat dikarenakan pihak perusahaan menurutnya secara jelas mengingkari janji perusahaan untuk mensejahterakan masyarakat. Persoalan Plasma yang sejatinya akan menguntungkan masyarakat pun hari ini justru berbanding terbalik dengan janji yang disampaikan saat akan berinvestasi di Kabupaten Pohuwato.

“Ada banyak persoalan yang hingga hari ini sangat merugikan masyarakat dan justru menguntungkan pihak perusahaan. Salah satunya berkaitan dengan Plasma sawit,” jelasnya seraya menambahkan.

Dirinya sebagai bagian dari Komisi II yang membidangi investasi daerah dan pertanian akan secara intens mengawal persoalan yang saat ini tengah dihadapi petani plasma sawit di Pohuwato khususnya di wilayah Popayato grup.

“Yang jelas, kami DPRD akan ikut sama-sama mengawal untuk kemudian ada perbaikan di plasma itu sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, puluhan perwakilan masyarakat Popayato melalui aksi damai beberapa waktu lalu mendesak pemerintah daerah dan DPRD mendalami serta mencarikan solusi persoalan manajemen pengolahan kebun plasma sawit. Terlebih katanya dengan hak-hak masyarakat pemilik plasma sesuai SK bupati tentang penetapan petani plasma wilayah binaan tahun 2016 silam.(*)

Penulis: Riyan Lagili