Menteri Penerbangan Mesir Sherif Fathy menyatakan, saat ini petugas masih menyelidiki kebenaran klaim pilot tentang ikat pinggang berpeledak yang pembajak kenakan. ’’Pilot Omar al-Gammal mengaku diancam dengan ikat pinggang berpeledak oleh pelaku,’’ ujarnya. Tapi, dia menjamin si pembajak bukanlah teroris atau bagian dari kelompok teror mana pun.
Setelah pembajakan, media menunjukkan foto seorang pria paro baya dengan ikat pinggang warna putih sedang menuruni tangga pesawat. Saku kanan dan kiri celana pria yang diyakini sebagai pembajak itu menggembung. Ada beberapa kabel yang menyembul di sana. ’’Kami menduga, peledak yang pelaku klaim sebagai bom itu tidak asli. Hanya untuk menakut-nakuti,’’ ucap Fathy.
Yang terpenting, menurut dia, seluruh penumpang dan pelaku selamat. Dari total 81 penumpang, 15 orang adalah awak pesawat. Empat di antaranya sempat disandera lebih lama karena pembajak membutuhkan jaminan selama negosiasi berlangsung. Total ada 21 warga asing dalam pesawat rute domestik Mesir itu. Mereka berasal dari Inggris, Amerika Serikat (AS), Belanda, dan Prancis.
Sebelumnya, Presiden Siprus Nicos Anastasiades menggelar jumpa pers tentang pembajakan tersebut di Kota Nicosia. Dia didampingi Martin Schultz, ketua parlemen Eropa yang sedang berkunjung ke Siprus. Kepada media, Anastasiades menegaskan bahwa motivasi pembajakan bersifat personal. ’’(Pembajakan) Ini tidak ada kaitannya dengan terorisme,’’ tegasnya.
Demi keamanan, pemerintah Siprus sempat menutup sementara Bandara Larnaca yang berlokasi tidak jauh dari pantai tersebut. Seluruh jadwal kedatangan pesawat dialihkan ke bandara di Paphos. Langkah yang sama ditempuh pemerintah Mesir. Kemarin bandara di Kairo ditutup sementara untuk semua keberangkatan, termasuk pesawat rute internasional tujuan Kota New York. (AFP/Reuters/hep/c17/ami/hargo)
