“Jika itu direstui pemerintah daerah, maka akan cepat untuk kami bergerak. Karena Gorontalo sangat potensial untuk PLTN. Lagi pula PLTN generasi 3,5 itu sudah sangat baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya dan dia jauh lebih aman.
Manfaat pembangunan PLTN lebih ramah lingkungan, dan akan ada keuntungan-keuntungan bagi daerah sendiri,” ujar mantan kepala reaktor nuklir Serpong itu.
Kehadiran Nuklir di Gorontalo sebetulnya bukan kabar baru. Pada tahun 2006, Fadel Muhammad yang menjabat Gubernur kala itu juga telah menggagas pembangunan PLTN di Gorontalo.
Kala itu, Fadel bahkan menargetkan PLTN akan beroperasi pada tahun 2008, dan Gorontalo menjadi provinsi satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan nuklir.
Keseriusan pengembangan Nuklir ketika itu, bahkan telah terjalin kerjasama antara Indonesia dan beberapa negara lainya, seperti Korea Selatan, Rusia, Australia dan Amerika Serikat.
Australia tidak bermasalah untuk mengirim uranium (nuklir) ke Indonesia, dan terdapat kesepahaman dengan pihak Rusia yang menawarkan untuk membangun reaktor nuklir di Gorontalo. (ndi/hargo)
