“Ada juga pembangunan PLTU 2×50 yang saya dengar dari Gubernur Gorontalo sudah tandatangan kontrak. Itu semua untuk listrik di Gorontalo dan Sulut,”terang Baringin.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, kapal listik dengan enam enggine masing-masing 20 MW itu merupakan kerja nyata pemerintah bersama PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik di Gorontalo, selain PLTG 100 MW yang ada di Paguat, Pohuwato.
“Kita harus bersyukur adanya kapal listrik ini,”ungkapanya. Menurut Rusli Habibie, ketersediaan lisrik yang surplus harus dibarengi pula dengan pelayanan lisrtrik yang maksimal.
Selama ini menurut Rusli, pihaknya banyak cicaci warga gara-gara listrik padam. Kendati begitu, Rusli Habibie memahami jika masih terjadi pemadaman listrik.
“Ini persoalan teknis, karena jaringan listrik yang rentan dengan pohon yang tumbang dan lain-lain,”paparnya.
Mengatasi hal itu, Rusli meminta seluruh masyarakat untuk merelakan tanaman mereka yang harus ditebang PLN.
“Saya bahkan tegaskan akan menggergaji langsung pohon yang tidak dikasi pemiliknya untuk ditebang, padahal berbahaya bagi jaringan listrik,”katanya.
“Kita bersyukur, ini proyek 35 Ribu MW pertama oleh Presiden Jokowi, dimulai dari Gorontalo dan Sulut,”tambahnya.
Dalam syukuran pemanfaatan MVPP Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang digelar di dermaga MVPP, turut hadir pula Gubernur Sulut Sonny Sumarsono, Pj Bupati Minsel, serta forkopinda Sulut dan Gorontalo. (tro/hargo)
