Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo Sebut Ada Kelalaian Kontraktor Dalam RPS SMK 1 Paguyaman

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Minggu, 20 Februari 2022 | 23:05 Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Asisten, Inspektur dan beberapa pimpinan OPD, saat meninjau pembangunan ruang praktek siswa yang telah putus kontrak di SMK 1 Paguyaman, Minggu (20/02/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Progres pengerjaan Ruang Praktek Siswa (RPS) beserta prabot di SMK 1 Paguyaman dikabarkan telah putus kontrak karena tahun anggarannya sudah berakhir. Hal tersebut menuai komentar dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang menyayangkanhal itu terjadi akibat dari kelalaian kontraktor yang terlambat menuntaskan pekerjaan.

“Ini kontraknya Juli, mulai kerja Agustus, tapi setelah itu tetap saja macet, macet dan macet. Mungkin dari sisi finansial pihak ketiganya tidak sanggup. Jadi in sangat disayangkan, mau tidak mau harus putus kontrak, dan putus kontrak bukan jalan terbaik, semua jadi rugi. Tapi secara aturan, secara administrasi, yah harus dilakukan putus kontrak, karena tahun anggarannya sudah berakhir,” kata Rusli Habibie saat meninjau pembangunan RPS yang telah putus kontrak di SMK 1 Paguyaman, Minggu (20/02/2022).

Lebih lanjut Rusli Habibie juga menambahkan, progres pembangunan ruang praktek siswa ini memang merupakan urusan Dinas Pendidikan, namun pihaknya berencana akan menyarankan ke pusat bahwa hal-hal terkait pekerjaan fisik dan teknis seperti ini, sebaiknya diserahkan ke Dinas PUPR, kaena Dikbudpora dinilai SDMnya kurang mempuni, di mana tugas utama adalah mengajar tidak terkait teknis.

“Saya sarankan juga dirapat semalam kita bikin surat ke Kementrian Pekerjaan bagaimana kalau urusan teknis seperti ini harusnya di PUPR. Ini juga jadi perhatian untuk Karo ULP melihat pekerjaan seperti ini sebenarnya kerugian untuk kita semua, apagi bagi saya, ini bencana, karena ini harusnya dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk kepentingan anak didik, tapi belum bisa dinikmati, ini kan rugi,” tambah Rusli Habibie.

Untuk itu Gubernur Gorontalo dua peridoe ini berharap kedepannya, pihak ULP dan tim Pokja dapat  memperhatikan hal-hal seperti ini. Saat memilih kontraktor harus bisa memilih dengan baik dan bertanggung jawab, dan bagi perusahaan yang pernah cacat, dapat mengikuti tahapan untuk di black list.

“Solusinya, beruntung anggarannya ini sudah cair masuk DAK di kas daerah. Jadi akan kita percepat revisi, kita hitung kembali berapa sisa ini dan kita lelang kembali, kita kerjakan kembali, pilih pihak ketiga yang lebih bertanggung jawab. Ini semua jadi pembelajaran, kita semua salah di sini,” harap Rusli Habibie.

Berdasarkan data progres pembangunan ruang praktek siswa SMK 1 Paguyaman realisasi fisik dilapangan baru 39 persen, dengan nilai kontrak sebesar Rp613 juta.

Selain meninjau RPS, Rusli Habibie didampingi Asisten dan perwakilan pimpinan OPD itu juga meninjau dua proyek yang putus kontrak lainnya yakni, pembangunan jembatan Aramco di desa Diolata dan pembangunan jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta, di Kabupaten Gorontalo.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar