Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo Semangati Para Siswa Agar Berani Divaksin

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Minggu, 9 Januari 2022 | 12:05 PM Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat mendampingi siswa - siswi SD di Botumoito Kabupaten Boalemo yang mulai ikut vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Sabtu (08/01/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama unsur Forkopimda meninjau langsung jalannya vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun, yang mulai digelar oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo, Sabtu (08/01/2022). 

Peninjauan itu dilakukan guna untuk memastikan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun di Provinsi Gorontalo berlangsung lancar, sehingga dapat mencapai target yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat. 

Dalam kesempatan itu, Rusli Habibie melihat secara dekat pelaksanaan vaksinasi, bahkan, untuk mengetahui kondisi para siswa yang antri giliran mendapatkan vaksin, Gubernur Gorontalo dua periode itu menyempatkan diri berdialog dengan siswa siswi kelas 4, 5 dan 6 SD, untuk mengetahui kondisi mereka sekaligus memberi semangat agar tidak takut divaksin 

“Coba mau jadi apa nanti? Tentara? Polisi? Dokter? Guru? Nah harus berani ya, agar tubuhnya sehat dan bisa belajar tatap muka lagi untuk menggapai cita – cita kalian. Jangan takut, vaksin ini tidak berbahaya,”ucap Rusli Habibie sambil memberi semangat kepada siswa. 

Dalam kesempatan itu terdapat lebih dari 10 orang siswa yang giliran mendapatkan vaksin dan didampingi langsung oleh gubernur. Jenis vaksin yang diberikan adalah berjenis Sinovac. 

“Saya tanya ke mereka sakit tidak usai divaksin? Mereka serempak jawab, tidak. Saya senang sekali, bangga juga, mereka ini lebih berani dari kita orang dewasa. Mereka begitu dipanggil langsung kasih lengan disuruh suntik, tidak ada takut – takutnya, ini yang saya syukuri,”ujar Rusli Habibie. 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menaruh harapan bahwa vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini bisa segera dilakukan oleh Kabupaten/Kota lainnya. Syaratnya harus segera mencapai target di atas 60 persen untuk vaksinasi lansia. 

Sementara itu beberapa anak ditemui usai divaksin mengaku tidak takut sama sekali. Hal ini dikatakan Riskal Abdullah siswa kelas 4 SDN 11 Botumoito, yang mengaku sejak awal ia berani untuk divaksin. Sama halnya dengan Sri Azmi Mogi dan Indriawati Adam, dua siswi SDN 8 Botumoito, yang usai divaksin mengaku tidak merasakan apapun. 

“Ini tidak sakit, hanya disuntik saja. Saya berani biar bisa sekolah tatap muka,”ujar Riskal Abdullah. 

Sebagai informasi penting, adapun jenis vaksin yang disuntikkan kepada anak atau siswa siswi ini adalah jenis sinovac untuk 2 dosis penyuntikan, dengan jarak waktu 28 hari dan diberi ukuran masing – masing 0.5 mililiter. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar