Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Kritik Kepala Daerah Doyan ke Luar Negeri

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 23 Mei 2017 | 12:52 Tag: , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie turut prihatin dengan langkah sejumlah kepala daerah di Gorontalo yang hobi ‘pelesiran’ hingga ke luar negeri. Menurut Rusli, kunjungan ke luar negeri, tidak terlalu penting karena kultur Gorontalo dengan negara-negara yang dikunjungi terutama di kawasan eropa, tiongkok dan Japang berbeda. Hal ini disampaikan langsung Rusli Habibie dalam sambutan resminya saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Boalemo, (22/5) kemarin.

Ia meminta agar para kepala daerah untuk lebih berhemat, dan fokus pada program kerja yang tertuang dalam visi dan misi pemerintahan yang dijalankan. “Harus berhemat, harus bermanfaat untuk rakyat,”tegas Gubernur Rusli Habibie. Menurut Gubernur, belum saatnya melakukan studi banding ke luar negeri. “Kita lebih baik jalan-jakan ke Tolinggula, ke Pohuwato dari pada harus ke luar negeri,”tandansya.

Ia bersyukur, selama menjabat Bupati di Gorontalo Utara ia tidak pernah menggerogoti APBD Gorontalo Utara untuk biaya ke luar negeri, begitu pun saat menjabat Gubernur Gorontalo pada periode pertama, ia bersama Wakil Gubernur Idris Rahim selalu menolak undangan dinas ke luar negeri. “Kami menilainya belum penting.

Ke Belanda belajar peternakan sapi, itu beda dengan di Gorontalo. Peternaknya disana mereka berdasi dan modern,”ujar Rusli Habibie. Memang kata Rusli Habibie, tidak ada salahnya untuk maju, memiliki keseriusan mengembangkan daerah untuk lebih maju merupakan keharusan yang dilakukan kepala daerah.

Tapi, kata Rusli mesti realistis, disesuaikan dengan kultur masyarakat lokal. “Kita beda dengan Belanda, dengan Tiongokok dan Jepang,”tandasnya. “Apalagi kalau memang sama sekali tidak ada manfaatnya untuk rakyat,”tandasnya. Ia berharap para kepala daerah agar dapat memanfaatkan anggaran perjalanan dinas sebijak mungkin.

Seperti diketahui, baru-baru ini para kepala daerah rame-rame ke luar negeri. Mereka adalah penjabat Gubernur Prof Zudan Arif Fakhrulloh yang melakukan perjalanan ke Jenewa, Swis. Hanya saja Zudan bukan atas urusan Pemprov Gorontalo melainkan utusan Indonesia pada sidang HAM PBB di Jenewa.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin dan Bupati Bone Bolango melakukan perjalanan ke Belanda dan sejumlah negara di Eropa dalam rangka belajar pengembangan sapi. Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo akhir tahun lalu terbang ke Maroko terkait persoalan lingkungan. Walikota Gorontalo Marten Taha melakukan perjalanan ke Jepang dan terkait kerjasama dengan Universitas Ehiem, dan Bupati Pohuwato terbang ke Tiongkok membuka peluang investasi di Pohuwato. (tro/hargo)

(Visited 31 times, 1 visits today)

Komentar