Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Iduladha 2026.
Salah satu upaya yang akan segera dijalankan yakni pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang menyasar sekitar 68 ribu penerima di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Dulohupa Kantor Bupati Gorontalo, Senin (18/5/2026).
Menurut Sofyan Puhi, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga pasar. Pemerintah daerah harus memastikan pasokan pangan tersedia, distribusi berjalan lancar, serta harga tetap terkendali di tingkat masyarakat.
“Stabilitas pangan harus dijaga bersama. Pemerintah daerah fokus memastikan stok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Bupati Sofyan Puhi.
Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Perum Bulog
dan melibatkan distribusi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Program tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
Selain membahas pengendalian inflasi, rapat TPID juga menyoroti kesiapan pangan menghadapi agenda nasional Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan yang akan dipusatkan di Gorontalo.
Pemkab Gorontalo, kata Sofyan, telah mulai menghitung kebutuhan logistik pangan, termasuk pasokan beras, ikan, hingga komoditas strategis lainnya guna mendukung kelancaran kegiatan nasional tersebut.
“Kesiapan untuk PENAS juga menjadi perhatian serius. Semua stakeholder sudah berkomitmen menjaga ketersediaan pangan agar kebutuhan peserta dan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Sofyan Puhi turut memastikan kondisi stok pangan menjelang Iduladha masih dalam kondisi aman. Meski permintaan hewan ternak mulai meningkat, ketersediaan daging sapi di Kabupaten Gorontalo dinilai masih mencukupi.
“Inflasi daerah masih terkendali dan stok daging juga aman. Memang ada kenaikan harga sapi karena permintaan meningkat, tetapi masih dalam batas wajar,” tandasnya.
Rapat strategis itu turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan Bank Indonesia, Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Pertamina.(Adv)












