Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamka Hendra Noer Kagum Adat dan Politik di Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Minggu, 5 Juni 2022 | 20:05 Tag: ,
  Penjagub Gorontalo, Hamka Hendra Noer saat hadir sebagai narasumber dalam Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Hamka Hendra Noer, Resmi menjabat sebagai Plt. Gubernur Gorontalo setelah dirinya dilantik oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian di Ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022) bulan lalu.

Meskipun lama hidup di luar Gorontalo, Alumni Universitas Sam Ratulangi ini ternyata sangat mengagumi Gorontalo. Menurutnya, adat istiadat orang Gorontalo memiliki keistimewaan tersendiri. Termasuk soal tata krama, Gorontalo terkenal sangat halus dalam bertutur kata.

“Saya kira gorontalo ini sangat unik karena, bahkan menurut saya Gorontalo ini Adalah solo nya orang Jawa, kalau di Sulawesi. Tutur katanya sangat halus. Adat, Adab dan etikanya sangat tinggi,” kata Hamka Hendra Noer saat hadir sebagai Narasumber dalam Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina pada 17 Mei 2022 kemarin.

Salah satu hal yang membuatnya kagum terhadap adat Gorontalo adalah adat moloopu, salah satu prosesi adat yang diikutinya saat diterima sebagai Plt Gubernur Gorontalo. Menurutnya adat tersebut harus dijaga dan diteruskan ke generasi selanjutnya.

“Karena sudah susah juga  mencari model adat seperti ini, diterima, diadatkan, itu luar biasa. Saya pikir ketinggian adab, adat etika ini harus kita pertahankan, harus kita lestarikan, kita jaga dan diwariskan ke anak anak kita pada generasi generasi berikutnya,” Katanya

Dirinya menerangkan, selain merupakan identitas, adat adalah kekayaan daerah yang harus terus dijaga. Tak saja oleh parah tokoh adat yang ada di Gorontalo, tapi juga oleh seluruh masyarakat, terutama kaum intelektual.

“Saya pikir penting juga bagi teman teman sejarawan yang sering melakukan studi studi tentang sejarah itu untuk melakukan juga studi tentang itu,” Ujarnya.

Selain adat istiadat, lelaki kelahiran Manado, 20 Juli 1968 ini juga mengagumi cara berpikir orang Gorontalo, terutama di dunia politik. Menurutnya, Hobi orang Gorontalo yang sering berdiskusi membuat Gorontalo banyak melahirkan orang orang besar.

“Selain adatnya, Orang Gorontalo itu hebat hebat dan pintar pintar. Proses diskusi yang dilakukan secara formal, baik yang dilakukan di perguruan tinggi maupun yang dilakukan di warung kopi itu, menurut saya itu adalah proses belajar. Di situ lahir ide ide yang besar sehingga setelah dia keluar dari Gorontalo dia sudah teruji,” kata Hamka Hendra Noer 

Kebiasaan dalam berdiskusi ini juga harus dibarengi dengan adat. Kolaborasi antara adat dan diskusi ini, kata Hamka Hendra Noer, akan menghasilkan sifat kritis yang konstruktif, apalagi jika dibarengi dengan saran dan masukan yang bersifat positif.

“Diskusi yang kritis itu harus di bawah ke arah yang konstruktif. Saya pikir bagus orang yang mengkritik dan memberikan saran. Cuma memang kritik itu pada ide, jangan kritik pada person. Mengkritik semua orang, termasuk Pemimpin itu harus beradab. Yang santun, bermartabat. Itu yang menurut saya paling berwibawa,” Katanya menerangkan.

Dirinya bahkan menyarankan pembentukan lembaga pendidikan politik untuk mengarahkan masyarakat yang berminat dalam dunia perpolitikan.

“Orang Gorontalo ini hebat dalam politik, analisanya luar biasa. Saya kira mungkin di Gorontalo ini sekali waktu kira harus ada sekolah politik yang mengarahkan teman teman yang punya ide ide yang baik ini bisa diarahkan secara terstruktur biar tersalurkan dengan baik,” kata Hamka Hendra Noer.

Untuk diketahui,  Sebelum dilantik sebagai penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer merupakan Staf Ahli Bidang Budaya Sportivitas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI). Dirinya juga pernah menduduki sejumlah jabatan di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Mulai dari Tenaga Ahli Menpora, Kabid Program Kemahasiswaan, dan Kabid Pemberdayaan Organisasi Kemahasiswaan.

Suami dari Gamaria Purnamawati Monoarfa ini dikarunia tiga orang anak. Putri tertua Dini Heidiati Putri Noer, putra kedua Muhammad Handika Fadhlurrahman Noer dan putra ketiga Muhammad Hazel Giffari Noer. 

Hamka Hendra Noer menamatkan pendidikan S1 di Universitas Sam Ratulangi Manado tahun 1992. Kemudian melanjutkan studi Magister di Universitas Indonesia (UI) dan lulus tahun 1998. Dirinya juga mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) pada tahun 2012 di National University Of Malaysia Bangi-Selangor. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 62 times, 1 visits today)

Komentar