Harga Beras Sulit Dikendalikan

×

Harga Beras Sulit Dikendalikan

Share this article

 

Hargo.co.id GORONTALO – Tak hanya di tingkat penggilingan padi, kenaikan harga beras kini kembali mulai berlaku di pasaran. Di sejumlah pasar tradisional di Gorontalo, harga beras telah menembus Rp 10-12 ribu per liter.

Seperti halnya pantauan Gorontalo Post di pasar tradisional di kawasan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Di pasar mingguan itu, pedagang menjual harga beras paling murah Rp 8.500 per liter dan paling mahal hingga Rp 12 ribu per liter.

Harga beras murah merupakan beras stok lama yang telah dijual kembali oleh pedagang, beras dengan harga Rp 10 ribu adalah beras baru dengan kualitas premium serta Rp 12 ribu adalah beras pandang wangi dan sejumlah beras dengan cita rasa lebih enak dan harum.

Lukman, pedagang beras di pasar tradisional mengatakan, kenaikan harga beras ini tak bisa diprediksi. “Tiba tiba saja harga dari pemasok naik, makanya kita pedagang juga naikan,” katanya.

Memang beberapa waktu lalu, menurut Lukman, stok beras di tingkat petani dan gilingan padi menurun dan bahkan cenderung kosong. Hal inilah yang telah memicu kenaikan harga beras.

“Lalu stok kurang, kalaupun dapat hanya beras lama atau stok yang sudah tidak begitu baik, itu kami jual Rp 8 ribu-8.500 per liter,” ungkapnya.

Selain Lukman, pedagang lainnya juga mengaku, tak bisa berbuat apa apa denga harga beras yang cenderung terus melejit ini. “Kita tidak tahu kenapa beras mahal, mungkin karena lalu kemarau panjang, banyak yang gagal panen dan mungkin juga ada yang kirim ke Manado, karena harga pengambilan di sana lebih baik,” ungkapnya.(dan/hargo)