“Harganya ini mulai naik sejak sebulan yang lalu dan saat ini ada penurunan, awalnya dari Rp 150 ribu perkilogram,” ujar Muhamaf Iqbal saat ditemui di Pasar Kampung Bugis, pada Kamis (14/12/2023).
Untuk menyiasati ketersediaan cabai rawit, dirinya bersama pedagang lain pun terpaksa mengambil stok dari Sulawesi Tengah dengan harga yang relatif lebih murah ketimbang harga cabai Gorontalo yang masih tinggi.
“Untuk pemasokan nya, kita mengambil dari Sulteng, cabai Gorontalo saat ini sangat sedikit sehingga harganya naik,” terang Iqbal.
Bagi Iqbal dan kawan-kawan, melonjaknya harga cabai tentu berdampak pada lenghasilanya sebagai pedagang di pasar tradisional.
“Kalau harganya naik begini kami pedagang yang dirugikan, karena kurangnya pembeli,” pungkasnya.(*)
Penulis: Moh Rivaldy I Anuwingo/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Ryan Lagili












