Hargo.co.id GORONTALO – Pantas saja, ekspor jagung dari Gorontalo ke sejumlah negara masih cenderung sepi. Saat ini, harga jagung dunia (penjualan luar negeri) masih lebih rendah dibandingkan dengan harga dalam negeri ataupun antar daerah.
Murahnya harga pengambilan jagung di sejumlah negara ini sebagaimana yang diakui Kepala Dinas Perindagkop-UMKM Provinsi Gorontalo Abdul Haris Hadju saat diwawancarai usai melakukan pertemuan dengan UMKM di Provinsi Gorontalo baru baru ini.
Haris mengatakan, saat ini, harga jagung di Gorontalo untuk kadar air 17 persen dibanderol dikisaran Rp 3.150 per kilogram. “Kalau lebih dari 17 persen, harganya tentu sedikit lebih rendah dari Rp 3.150,” katanya.
Sementara untuk harga jagung dunia, menurutnya jauh lebih rendah atau murah dari harga yang berlaku saat ini. “Sebagaimana informasi dari para eksportir, mereka saat ini lebih memilih untuk mengirim jagung mereka ke daerah daerah lain ketimbang melakukan ekspor, karena perdagangan dalam negeri lebih menguntungkan,” ujarnya.
Meski begitu, menurut Haris, untuk ekspor jagung tersebut, higga kini Gorontalo selalu siap. Sementara itu, terkait stok ataupun produksi jagung di Gorontalo, salah satu perusahaan penampung/pengumpul jagung di Gorontalo optimis, stok atau produksi pada musim panen nanti yang diprediksi mulai terjadi pada awal Agustus akan melimpah.
“Kami yakin pada musim panen yang dimulai di awal Agustus nanti, produksi jagung di Gorontalo akan melimpah,” ungkap Deddy Abdulah, Kepala Gudang UD Manna Utara, salah satu perusahaan penampung/pengumpul jagung di Gorontalo.(dan/hargo)
