Kepala Dinas PMD-Adminduk Capil Provinsi Gorontalo, Slamet Bakri saat membuka rapat koordinasi teknis Pelaksanaan hari bumdes tahun 2023 Tingkat Provinsi Gorontalo, Kamis (12/1/2023). (Foto: HARGO/Sucipto Mokodompis)

Hari Bumdes Nasional, Slamet Bakri: Jadi Motivasi Bagi BUMDes dan Bumdesma di Gorontalo

Gorontalo

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas PMD-Adminduk Capil Provinsi Gorontalo, Slamet Bakri berharap peringatan Hari Bumdes 2023 menjadi motivasi bagi seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Bumdes Bersama (Bumdesma) untuk berkembang berkembang menjadi Badan Usaha yang mandiri.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kegiatan rapat koordinasi teknis Pelaksanaan hari BUMDes tahun 2023 tingkat Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan oleh Bidang Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) di Bohulo Eat and Camp, Dulamayo, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Kamis (12/1/2023).

banner 728x485

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tanggal 2 Februari telah ditetapkan sebagai Hari Bumdes. Hal ini agar dapat menggelorakan semangat serta motivasi dalam usaha mengembangkan BUMDes dan Bumdesma sehingga bisa masuk kategori mandiri,” kata Slamet Bakri dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan hari Bumdes 2023 yang akan berlangsung di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 1 sampai dengan 2 februari 2023 mendatang terdapat beberapa agenda yang dinilai dapat memotivasi BUMDes maupun Bumdesma yang ada di setiap daerah.

“Disana akan ada lomba serta pameran yang akan menampilkan produk unggulan BUMDes dan Bumdesma. Bahkan ada juga pemilihan duta BUMDes. Karena itu, kegiatan ini tentu akan memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kapasitas BUMDes maupun Bumdesma yang ada,” katanya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, dari data yang ada, Bumdes yang aktif di seluruh Kabupaten di Provinsi Gorontalo berjumlah 584 unit dengan penyertaan modal mencapai Rp. 99.757.551.000. Dengan jumlah modal sebesar itu, profit yang dihasilkan baru berjumlah Rp 1.535.825.800. Meski begitu, ada dua BUMDes yang masuk kategori mandiri dan 102 yang masuk kategori maju.

Dari sisi administrasi, terdapat 303 BUMDes yang sudah mendaftar dan terverifikasi nama lembaganya, sedangkan bumdes yang dokumen badan hukumnya sudah terverifikasi berjumlah 66 BUMDes. Selain itu, sebanyak 34 BUMDes sudah di tahap perbaikan dokumen badan hukum dan dua BUMDes lainnya sedang dalam proses melakukan pendaftaran badan hukum.

“Inilah yang perlu mendapat perhatian kita bersama baik pemerintah daerah provinsi, kabupaten serta pemerintah desa sendiri termasuk stakeholder terkait. Saya yakin, dengan koordinasi yang baik serta dukungan dari semua pihak terkait, BUMDes dan Bumdesma kita akan jadi lebih baik,” kata Slamet Bakri.

Dirinya menjelaskan, dalam rangka merevitalisasi BUMDes ini, Pemerintah telah mengeluarkan satu regulasi yakni peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2021. Dimana seluruh BUMDes dan Bumdesma yang berada di kawasan perdesaan prioritas nasional (KPPN) harus segera berbenah dengan mendaftar ke Kemenkumham.

“Kami juga selaku pemerintah provinsi selalu berupaya memberikan dukungan bagi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan program kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, termasuk di wilayah KPPN di setiap tahunnya. Oleh karenanya mari sama-sama bersatu melakukan pendampingan program untuk membangun gorontalo yang kita cintai ini,” pungkasnya.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *