Selasa, 6 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hasil Survei, 31 Persen Pemilih 2019 Bakal Pindah Partai pada 2024

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kabar Politik Sekitar Anda , pada Selasa, 1 November 2022 | 20:00 Tag: , , ,
  Parpol kontestan Pemilu 2019 lalu. (Foto: Iistimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sebanyak 31 persen pemilih partai pada Pemilu 2019 pindah memilih partai lain. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan perubahan jumlah suara yang akan dialami oleh partai peserta Pemilu 2024 nanti. 

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam presentasinya mengatakan, hanya ada sekitar 58 persen pemilih yang menyatakan setia atau akan kembali memilih partai yang dipilihnya pada Pemilu 2019. Sementara 11 persen lainnya belum menentukan pilihan. 

Dirinya mengungkapkan, ada 21 persen pemilih PDI Perjuangan yang menyatakan pindah ke partai lain. Sementara yang menyatakan setia sebanyak 66 persen dan yang belum menentukan pilihan 13 persen.

“Namun demikian, partai ini cukup banyak menarik pemilih dari partai lain, seperti dari Partai Demokrat 12 persen, dari Partai Golkar 10 persen dan dari Partai Nasdem sembilan persen,” kata Deni Irvani saat memaparkan hasil survei SMRC bertajuk ‘Kecenderungan Elektabilitas Partai’ yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Ahad, (30/10/2022). 

Dirinya melanjutkan, pemilih Partai Gerindra yang menyatakan akan kembali memilih partai ini sebanyak 49 persen, yang pindah ke partai lain 36 persen, dan yang belum menentukan pilihan 14 persen. Partai ini menyerap 6 persen pemilih yang pindah dari Partai Demokrat, 6 persen dari PPP, dan 5 persen dari PKS.

Pada Partai Golkar, 60 persen pemilih menyatakan setia sementara yang mengatakan akan pindah ke partai lain sebesar 36 persen dan belum menentukan pilihan 8 persen. Meskipun demikian, Partai Golkar cukup banyak menarik pemilih dari PAN yaitu 17 persen dan Partai Nasdem 5 persen. 

Selanjutnya, pemilih PKB yang setia 74 persen, pindah ke partai lain 22 persen, belum menentukan pilihan 4 persen. Partai ini menarik pindahan suara dari PKS sebanyak 7 persen. Pemilih Partai Nasdem yang setia 45 persen, pindah ke partai lain 42 persen, belum menentukan pilihan 13 persen. Ada 6 persen suara dari Partai Gerindra yang pindah ke Partai Nasdem. 

Sementara itu, ada 42 persen pemilih PAN yang kembali memilih partai ini. Yang pindah ke partai lain 45 persen dan belum menentukan pilihan 13 persen. Pemilih Demokrat yang setia 51 persen, pindah ke partai lain 35 persen, belum menentukan pilihan 14 persen.

Survei juga menunjukan ada 60 persen pemilih PKS yang setia. Sebanyak 24 persen pindah ke partai lain dan 16 persen belum menentukan pilihan. Partai ini cukup efektif menarik suara PAN sebesar 19 persen dan Partai Gerindra 10 persen.

PPP menjadi partai yang memiliki persentase jumlah pendukung yang paling setia yaitu 79 persen. 17 persen pindah ke partai lain dan 3 persen lainnya belum menentukan pilihan. Deni Irvani  mengatakan, walaupun partai ini terlihat cukup solid, namun kurang mampu menampung pindahan dari partai lain.

Deni Irvani mengatakan, di antara sembilan partai yang ada di parlemen, PAN merupakan partai yang pemilihnya paling banyak pindah ke partai lain, terutama ke PKS yaitu 19 persen dan 17 lainnya pindah ke Partai Golkar. 

“Dan pada saat yang sama, PAN belum terlihat menarik dukungan pemilih partai-partai lain secara signifikan. Ini membuat posisi PAN cukup rentan,” katanya mengungkapkan. 

Sebaliknya, pemilih Partai NasDem juga banyak yang pindah ke partai lain terutama ke PDI Perjuangan yaitu 9 persen, Partai Demokrat 8 persen dan partai-partai non parlemen 9 persen. 

“Tapi Partai NasDem terlihat menarik dukungan dari partai lain, terutama dari Partrai Gerindra yaitu 6 persen dan PAN 4 persen,” kata Deni Irvani. 

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 3-9 Oktober 2022 dengan populasi survei ini seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1.027 atau 84 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).(***) 

 

Rilis: SMRC

Editor : Sucipto Mokodompis

(Visited 62 times, 1 visits today)

Komentar