Gorontalo

Gubernur Gusnar Pacu UMKM Gorontalo Tembus Pasar Lebih Luas

×

Gubernur Gusnar Pacu UMKM Gorontalo Tembus Pasar Lebih Luas

Share this article
Gubernur Gusnar Pacu UMKM Gorontalo Tembus Pasar Lebih Luas
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail ketika memberikan sambutan pada kegiatan Gorontalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 di Gedung GPCC, Sabtu (12/9/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gorontalo tidak boleh hanya mengandalkan fasilitasi pemerintah. Dunia usaha didorong mengambil peran lebih besar dalam membuka akses pasar, memperluas kemitraan, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal.

Berita Terkait:  Penjagub Tandatangani Kelengkapan Dokumen Revisi Ranperda RTRW

Hal itu disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat memberikan sambutan pada pembukaan Gorontalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 di Gedung GPCC, Sabtu (12/9/2026).

Gubernur Gusnar mengatakan, penguatan business matching menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, mitra bisnis, maupun lembaga pembiayaan.

Berita Terkait:  Pemprov Sukses Gelar GHM 2024, UMKM hingga Pariwisata Kecipratan Untung

Menurutnya, potensi tersebut mulai terlihat dalam pelaksanaan HARFEST tahun ini. Sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya difasilitasi Bank Indonesia untuk mengikuti business matching berasal dari berbagai sektor.

Salah satunya adalah sektor peternakan sapi. Gubernur Gusnar menyebut terdapat tiga pelaku usaha sapi yang mengikuti business matching dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Berita Terkait:  19.405 Orang di Gorontalo Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital

Kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus membuka pasar bagi komoditas peternakan Gorontalo.

“Semua kita ingin bangkit. Bisnis kuliner, UMKM kerajinan, termasuk sapi,” ujar Gubernur Gusnar Ismail.
Berita Terkait:  Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Emas, Gusnar Apresiasi Petugas Bandara

Ia menilai usaha peternakan sapi memiliki prospek pasar yang cukup besar, baik di Gorontalo maupun di luar daerah. Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan dukungan pembiayaan dan kepastian pasar.

Maka dari itu, Gubernur Gusnar meminta pelaksanaan business matching ke depan tidak sekadar mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra. Kegiatan tersebut harus dirancang berdasarkan kebutuhan pasar sehingga produk yang ditawarkan benar-benar memiliki calon pembeli.

Berita Terkait:  Bank SulutGo akan Terus Berkomitmen Majukan Gorontalo

“Ketersediaan produk juga harus menjadi pertimbangan agar kerja sama yang terbangun dapat berjalan berkelanjutan,” katanya.

Gubernur Gusnar menegaskan, pemerintah seharusnya lebih banyak berperan sebagai pengarah dan pembangun ekosistem, sementara dunia usaha diberi ruang lebih luas untuk menggerakkan aktivitas ekonomi.

Berita Terkait:  Penjabat Sekdaprov Apresiasi Kinerja BPOM Provinsi Gorontalo

“Dunia usaha harus berada di depan, pemerintah memandu dari belakang,” tegasnya.

Menurutnya, semakin besar ruang yang diberikan kepada dunia usaha, semakin dinamis pula perkembangan sektor bisnis. Pemerintah tetap berkewajiban memberikan pendampingan, membuka akses, serta menciptakan iklim usaha yang mendukung.

Berita Terkait:  Kedatangan 450 Jemaah Haji Gorontalo Kloter 12 Disambut Penjagub Rudy Salahuddin

Gubernur Gusnar juga melihat perkembangan HARFEST dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan aktivitas transaksi antara pelaku UMKM dan pembeli.

Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa festival tidak lagi sekadar menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi mulai berkembang menjadi wadah yang membuka akses pasar secara langsung bagi pelaku usaha.

Berita Terkait:  Lepas Kloter 28, Gubernur Minta JCH Doakan Embarkasi Haji Penuh Terwujud

Di sisi lain, Gubernur Gusnar Ismail mendorong pelaku usaha Gorontalo mulai mempersiapkan diri untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Ia menyebut, selama ini sebagian aktivitas ekspor yang melibatkan pelaku usaha Gorontalo masih tercatat melalui pelabuhan di luar daerah.

Berita Terkait:  Bappeda Gorontalo Semarakkan HUT RI dengan Pekan Olahraga dan Seni

Untuk itu, kesiapan produk, kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing pelaku usaha perlu terus diperkuat, terutama pada sektor ekonomi kreatif.

Dengan penguatan tersebut, produk Gorontalo diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Sampaikan Duka atas Wafatnya Rustam Akili

“Ini yang saya titipkan melalui kegiatan ini. Kita ingin dunia usaha semakin kuat dan mampu bergerak berdasarkan kebutuhan pasar,” pungkasnya.(Diyanti)