Hiu Paus Mendadakan Minggat

×

Hiu Paus Mendadakan Minggat

Share this article
Lokasi wisata Hiu Paus yang berada di Desa Botu Barani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, terlihat sepi dari pengunjung.

 

Hargo.co.id BONBOL – Kekhawatiran para pemerhati hiu paus dan sejumlah kalangan akhirnya terjadi. Sebanyak 17 ekor hiu paus (whale shark) yang mendiami perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone Bolango, mendadak minggat.

Fenomena itu terjadi sejak Sabtu (13/8) pagi. Hingga kemarin (14/8), ikan yang dalam bahasa Gorontalo disebut Munggiango Hulalo tak kunjung muncul.

Sebagaimana diketahui, sejak April 2016 lalu nama Desa Botubarani mendadak tenar. Itu seiring mencuatnya keberadaan hiu paus di perairan desa tersebut.

Menariknya, bukan hanya seekor tetapi mencapai 17 ekor. Selain itu lokasi munculnya hiu paus terbilang sangat dekat dengan bibir pantai. Hanya berjarak sekitar 50 meter.

Praktis kondisi itu langsung menyedot warga Gorontalo berbondong-bondong mendatangi lokasi. Bahkan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara datang ke Desa Botubarani hanya untuk menyaksikan fenomena hiu paus.

Akan tetapi setelah empat bulan lamanya. 17 ekor hiu paus yang biasanya meramaikan perairan Desa Botubarani mendadak hilang. Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kemunculan hiu paus terakhir pada Jumat (11/8) sore.

Saat itu sejumlah tamu/wisatawan sempat berkunjung untuk menyaksikan keberadaan hiu paus. Di antara tamu tersebut adalah Ketua KPU RI Juri Ardianto.

Namun keesokan harinya, tepatnya pada pagi hari sekitar pukul 07.00 wita, 17 ekor hiu paus sudah tak lagi muncul. Hal itu diketahui ketika beberapa nelayan desa setempat memberi pakan berupa limbah kepala udang.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga hiu paus tetap berada di wilayah perairan Botubarani. Namun tak seperti biasanya, meski pakan limbah kepala udah sudah disebar di titik biasanya hiu paus berkumpul, tak satupun hiu paus yang muncul di atas permukaan pantai.

Upaya memancing kemunculan hiu paus dilakukan dengan terus menebar pakan limbah kepala udang, baik oleh nelayan setempat maupun Kelompok Sadar Wisat Hiu Paus selaku pengelola di kawasan wisata hiu paus Botubarani.

Sejalan dengan hal itu, dua penyelam dari kelompok Salvador Diving Club ikut mengamati keberadaan hiu paus dari dalam laut. Hanya saja hingga pukul 13.00 wita upaya tersebut tak membuahkan hasil menggembirakan.