Hargo.co.id GORONTALO – Lokasi kemunculan hiu paus (whale shark) mendadak jadi obyek wisata.
Setiap hari ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango.
Banyaknya pengunjung membuat sejumlah hiu paus tersebut mulai terganggu. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar meminta warga untuk tidak mengusik kenyamanan hiu paus tersebut agar mereka tetap betah.
Dan untuk mengisentifikasi hiu paus tersebut, Balitbang KKP akan mengirimkan tim ke Gorontalo.
“Besok (hari ini, red) saya turunkan tim ke Gorontalo sebagai tindak lanjut,” ujar Zulficar, Sabtu (9/4).
Ketua DPP ISKINDO (Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia) itu berharap masyarakat setempat bisa mengetahui kode etik berinteraksi dengan hiu paus diantaranya dilarang menyentuh, dilarang memotret menggunakan flash, dilarang menunggangi, dilarang mengejar, dilarang memberi makan secara langsung, penyelam tidak boleh lebih dari lima orang, jarak antara manusia dengan hiu harus 3 meter. Menurut Zulficar, perlu ada pencerahan terhadap masyarakat agar hiu paus tersebut tidak stres.
“Mengingat sedikitnya pakar yang paham tentang hiu paus dan pari manta, saya akan mendorong pokja untuk hiu paus dan pari manta ini dari berbagai institusi biar makin solid,” kata Zulfikar.
Zulfikar meminta DPD ISKINDO Provinsi Gorontalo mendukung langkah-langkah Balitbang KKP. (Fem/hargo)
