Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hoegeng Awards Kembali Digelar, Dedi: Ini Bukan Ajang Mencari Popularitas

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 24 Januari 2023 | 14:05 Tag: , , , ,
  Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo ketika diwawancarai sejumlah wartawan. (Foto: Humas Mabes Polri)

Hargo.co.id, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Hoegeng Awards 2023 tahun ini. Kegiatan yang diharapkan dapat memacu semangat anggota Polri dalam bertugas ini akan memperebutkan lima kategori.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, kelima kategori yang  diperebutkan tersebut yaitu Polisi Berintegritas, Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, dan Polisi Tapal Batas.

banner 728x485

“Adapun kriteria penjurian yaitu pertama anggota Polri aktif, lalu tidak memiliki catatan negatif data internal Polri, ketiga memiliki impact atau dampak terhadap masyarakat luas, keempat memiliki citra positif di mata masyarakat sekitarnya, kelima berintegritas dan menjalankan prinsip-prinsip Presisi,” kata Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/1/2023).

Pemberian anugerah tersebut, lanjut Sigit Prasetyo, akan diberikan berdasarkan penilaian dari dewan pakar yang terdiri dari Wakil Ketua MPR Arsul Sani, Anggota Kompolnas Poengky Indarti, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, Anggota Komnas HAM Putu Elvina dan Mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa.

Lebih lanjut Dedi Prasetyo mengungkapkan, penyelenggaraan Hoegeng Awards pertama kali dicetuskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Januari 2022. Kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat anggota Polri di lapangan untuk terus berbuat baik.

“Adapun background penyelenggaraan Hoegeng Awards ini bermula dengan adanya tagar percuma lapor polisi dan satu hari satu oknum. Lalu Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 yaitu Polri sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta penegakan hukum,” katanya menuturkan.

Selain itu, penyelenggaraan Hoegeng Awards ini juga dilatarbelakangi oleh humor dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bahwa hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, yakni patung polisi, polisi tidur dan mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

“Munculnya humor dari Gus Dur ini seakan telah melegitimasi bahwa sangat sulit mencari polisi jujur dan berintegritas di negara ini,” kata Dedi Prasetyo.

Meski begitu, Dedi Prasetyo menegaskan Hoegeng Awards ini bukan kegiatan yang semata bertujuan untuk mengejar popularitas dan banyak-banyakan usulan. Melainkan proses seleksi yang menitikberatkan pada dampak positif untuk institusi Polri maupun masyarakat luas, dengan berlandaskan pada nilai keteladanan Hoegeng Iman Santoso.(*)

Rilis: Humas Mabes Polri

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar