Ekonomi

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing, Ekspor Kopi Ijen ke AS dan Inggris

×

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing, Ekspor Kopi Ijen ke AS dan Inggris

Share this article

Kinerja ekspor kopi Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satunya ditunjukkan oleh pengiriman kopi Arabika dari kawasan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, yang berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Inggris.

Melalui PTPN IV PalmCo, salah satu subholding PTPN III (Persero), tercatat lebih dari 50 ton kopi Arabika yang diproduksi Java Coffee Estate (JCE) diekspor ke dua negara tersebut dalam pengiriman awal tahun ini. Inggris menjadi tujuan utama dengan volume sekitar 36 ton, disusul Amerika Serikat sebesar 19,2 ton.

Secara nilai, ekspor ke Inggris tercatat mencapai lebih dari 280.000 dollar AS, sementara ke Amerika Serikat sekitar 151.000 dollar AS. Total nilai transaksi dari kedua pasar tersebut melampaui Rp 7 miliar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, capaian ini menjadi indikator meningkatnya daya saing kopi Jawa di pasar internasional, khususnya pada segmen specialty coffee.

“Permintaan dari negara-negara maju menunjukkan bahwa kualitas kopi Arabika dari Ijen mampu memenuhi standar yang ketat, baik dari sisi rasa maupun konsistensi,”terang Jatmiko saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Menurut dia, perusahaan kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Upaya tersebut, lanjut Jatmiko, juga sejalan dengan penguatan identitas Bondowoso sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional. Pemerintah daerah setempat bahkan telah lama mengusung branding “Bondowoso Republik Kopi untuk memperluas pengakuan di pasar global.

Di sisi lain, peningkatan kinerja ekspor tidak lepas dari pembenahan di sektor hulu. Manajer Java Coffee Estate Hastudy Yunarko menjelaskan, perusahaan tengah menjalankan program peremajaan tanaman atau replanting untuk menjaga produktivitas kebun.

Berita Terkait:  Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia

“Sebagian tanaman sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diganti dengan bibit unggul yang tersertifikasi. Ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan hasil panen ke depan,” kata Hastudy saat ditemui di kawasan Ijen.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga karakter rasa khas kopi Arabika Ijen-Bondowoso yang selama ini diminati pasar Eropa dan Amerika.

Selain peremajaan tanaman, perusahaan juga melakukan pembenahan praktik budidaya melalui penerapan *Good Agricultural Practices* (GAP), serta memperkuat sistem ketertelusuran produk (*traceability*). Hal ini menjadi tuntutan utama pasar global, terutama untuk segmen kopi premium.

“Pembeli saat ini tidak hanya melihat kualitas rasa, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi proses produksi,” ujarnya.

Modernisasi juga dilakukan pada tahap pascapanen, termasuk pengolahan dan penyimpanan biji kopi, guna menjaga mutu sebelum dikirim ke pasar ekspor.

Hastudy menilai, pengiriman ke Inggris dan Amerika Serikat pada awal tahun ini menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar. Dengan dukungan program replanting dan optimalisasi kebun, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara tujuan lain sepanjang 2026. “Kami melihat peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk kopi dengan kualitas premium dan karakter rasa yang kuat,” kata dia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Kembali Diakui dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, Tegaskan Daya Saing dan Ketahanan Bisnis di Tingkat RegionalPT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), kembali mencatatkan pencapaian di tingkat regional dengan berhasil mempertahankan posisinya selama tiga tahun berturut-turut dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Dalam pemeringkatan tahun 2026 ini, PTPP menempati peringkat ke-279 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025. Di sektor Engineering & Construction Indonesia, PTPP juga berhasil menempati peringkat ketiga, menegaskan posisi Perseroan sebagai salah satu pelaku utama industri konstruksi nasional yang mampu bersaing di tingkat regional. Penghargaan dan pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 merupakan bagian dari inisiatif Fortune Media dalam memetakan kinerja 500 perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Program ini diselenggarakan oleh Fortune Media bersama Danantara Indonesia, dan menjadi forum apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dengan skala bisnis terbesar di kawasan. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh CEO Fortune Asia, Khoon Fong Ang, kepada perwakilan perusahaan pada ajang Executive Dinner & Fortune Southeast Asia 500 Awards 2026 yang digelar di East Ballroom, The Langham Jakarta, Sudirman Central Business District (SCBD), pada 18 Juni 2026. Acara tersebut mempertemukan para pimpinan perusahaan terkemuka dari berbagai negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan ketahanan bisnis serta konsistensi kinerja Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi dan infrastruktur yang terus berkembang. “Pengakuan ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri yang dinamis. Ke depan, kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional yang memberikan nilai tambah berkelanjutan,” ujar Joko Raharjo. Capaian ini memperkuat posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi dan investasi nasional dengan daya saing regional, sekaligus mencerminkan kontribusi Perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, PTPP terus berkomitmen menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta penguatan portofolio usaha yang berkelanjutan. Dengan kembali masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, PTPP menegaskan posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang memiliki daya saing di tingkat regional serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. —SELESAI— About PT PP (Persero) Tbk PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Ekonomi

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), kembali mencatatkan pencapaian…