Hargo.co.id – Sebagian para lanjut usia (Lansia) sudah tidak mampu bekerja dan memilih berdiam diri di rumah untuk menikmati masa tuannya. Tak sedikit juga para lansia memilih jalan pintas untuk mengais rezeki dengan menjadi seorang pengemis. Namun, bagi Idrus Ngiu loper koran yang kini berusia 80 tahun itu pantang untuk berdiam diri di rumah apalagi sampai menjadi pengemis.
Rinto Nufuri- Gorontalo
Pagi buta atau seusai sholat subuh, Idrus Ngiu sudah mulai bekerja menjelankan rutinitasnya untuk menjual koran Gorontalo Post. Pria rentah ini dengan semangat mengayuh sepeda tuanya untuk bergegas menuju ke tempat jualannya yang berlokasi di simpang empat kawasan kantor Pos Kota Gorontalo.
Om Giu adalah nama akrab yang selalu di panggil orang-orang yang mengenalnya. Ia mengaku telah menjalani profesi sebagai loper koran sejak tahun 2000, dan memiliki rumah di kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango. Om Giu kini hidup sendiri tanpa istri yang menemaninya, ia memiliki 3 orang anak, dan dua di antaranya telah berumah tangga.
Om Giu bercerita, jika pagi menjelang ia mulai menyiapkan diri untuk berangkat menuju perempatan jalan untuk menunggu agen yang akan mengantarkan koran kepadanya dan kemudian menunggu para pembeli koran hingga pukul 11 siang.
Kepada wartawan Gorontalo Post (Hargo.co.id), Om Giu berujar, jika memang diusia yang tua ini, ia sudah di larang oleh anak-anak nya untuk menjalani profesi ini, tetapi Om Giu tidak mau berhenti untuk menjadi seorang loper koran.
Om Giu memberikan alasan bahwa ia sangat mencintai pekerjaan sebagai loper koran. Bagi om Giu yang pernah meraih penghargaan sebagai loper terbaik Gorontalo Post tahun 2005 ini, pantang baginya untuk duduk diam di rumah tanpa mengerjakan sesuatu yang bermanfaat, apalagi jika dirinya sampai meminta-minta. Hal itu tidak pernah ada sejarah dalam hidupnya. Baginya usia tidak mengahalangi dirinya untuk berusaha mencari rezeki.
