Sabtu, 16 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Catatan untuk Pemerintahan ‘Damai’ di Boalemo

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:05 PM Tag: ,
  Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho,

Hargo.co.id, GORONTALO – Menurut Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, seluruh pemerintahan di manapun, tidak ada yang 100 persen berhasil. Pastinya, punya catatan-catatan yang kemudian menjadi bahan evaluasi.

Tak terkecuali, kata Eka, Pemerintahan Boalemo, Darwis Moridu-Anas Jusuf (Damai) saat ini. Ia menuturkan, setiap tahun Kepala Daerah menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait 14 program unggulan visi-misi 5 Tahun.

“Nah, pertanggungjawaban setiap tahun ini, kita DPRD tidak menolak atau menerima. Karena ukurannya nanti 5 Tahun. Namun kan ada catatan-catatan yang diperbaiki lagi,” beber Eka, kepada Hargo.co.id usai Paripurna HUT ke 22 Kabupaten Boalemo, Selasa, (12/10/2021).

Dikatakan Eka, selaku legislator yang juga menjalankan fungsi pengawasan, pihaknya selalu punya catatan untuk kemudian menjadi evaluasi bersama. Namun, Ketua DPRD Boalemo ini belum menyebut lebih detail, catatan apa yang seharusnya dimaksimalkan tahun ini.

“Stagnan atau tidaknya 14 program unggulan pemerintahan Damai saat ini, menentukan itu nanti 5 Tahun. Di sana kita evaluasi. Ada pertanggungjawaban Kepala Daerah. Kita lihat dari seluruh program, mana yang sudah jadi, mana yang belum, atau mana yang sudah melampaui, sekarang belum,” imbuhnya.

Namun dikatakan Politikus PDI Perjuangan ini, dirinya sudah bisa memprediksi ukuran keberhasilan pemerintahan Damai saat ini. Contohnya kata Eka, program SIM gratis. Menurutnya, program unggulan satu ini sudah melampaui target yang ada.

“Jumlah SIM yang sebenarnya hanya berapa, itu sudah melampaui. Kemudian visi-misi kenaikan gaji tenaga kontrak dan TKD ASN 50 persen. Itu sudah dilakukan, bukan hanya 5 Tahun, bahkan di Tahun pertama sudah direalisasikan,”jelasnya.

Bagi Ketua Legislator Boalemo ini, yang namanya pemerintahan. Baik itu Eksekutif maupun legislatif, harus seiring sejalan. Sehingga menurutnya lagi, tidak boleh untuk saling melempar kesalahan. 

“Jangan kita pertontonkan hal itu kepada rakyat. Karena jika ini terjadi, yang rugi rakyat. Sehingga sinergitas itu perlu dibangun. Untuk apa visi-misi, mau dibawa kemana Daerah kita yang saat ini sudah berusia 22 tahun,” pungkasnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 78 times, 1 visits today)

Komentar