Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Kata Anggota DPR RI Terkait Dana Investasi Forex

Oleh Admin Hargo , dalam Senayan , pada Jumat, 31 Desember 2021 | 06:05 AM Tag: , ,
  Anggota DPR RI, Idah Syahida. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bisnis Trading Forex yang melibatkan banyak pihak di Gorontalo, turut memantik perhatian salah satu Anggota DPR-RI Idah Syahidah. Istri Gubernur Gorontalo itu, turut prihatin, mendengar kabar bahwa yang mana saat ini masyarakat dalam ketidakpastian menunggu dana kembali.

Menurut Srikandi Golkar itu, dana masyarakat harus dikembalikan. Artinya apa, hal ini juga tak lain, guna menekan tidak terjadinya konflik sosial di masyarakat. Namun disisi lain katanya, masyarakat harus tetap menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) saat ini.

“Bicara konflik pada bisnis ini (Forex), saya kira ini yang harus kita antisipasi bersama. Apalagi ini bukan uang kecil, tapi uang besar. Banyak kan uang di sana yang kini informasinya sudah dibekukan oleh aparat berwenang, dan itu berjalan proses hukumnya,”tutur Idah Syahidah kepada Hargo.co.id, Kamis, (30/12/2021), di sela-sela kunjungannya di Desa Kaaruyan, Mananggu, Boalemo.

Idah Syahidah berkata, ke depan agar ini jadi pembelajaran. Masyarakat harus lebih hati-hati dalam memilih investasi. Masyarakat, kata Idah Syahidah, harus menilik mana investasi yang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

“Bukan hanya Investasi Trading Forex, ada lagi itu investasi Serai Wangi, juga saya dengar kabarnya itu, ada beberapa Kepala Desa dan Camat yang tertipu. Nah, ini seharusnya kita sudah mampu mendeteksi sebelum terjadi hal-hal yang merugikan, atau mengancam Kamtibmas,” tegas Idah Syahidah.

Adapun untuk mengantisipasi berbagai kegiatan investasi yang meragukan di kalangan masyarakat lanjutnya, saat ini Gubernur Gorontalo, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, tak hanya tinggal diam. Semuanya sedang serius dan berupaya yang terbaik untuk masyarakat. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 1.596 times, 1 visits today)

Komentar