Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Helmi Potutu menegaskan bahwa silpa saat ini tidak mampu menutupi defisit anggaran 2023 sebesar Rp. 38 Milyar dari Rp. 51 Miliar.
Helmi menjelaskan bahwa asumsi defisit tersebut masih akan dilihat kembali, karena masih akan ada perhitungan secara teknis dan pemeriksaan BPK.
“Dan konsekuensi terburuknya kita harus melihat sisi keselarasan, konsistensi perencanaan, sampai output dan benefit program,” kata Helmi, Kamis (9/2/2023).
Pihaknya juga, kata Helmi akan melakukan tracking program, mana yang bersifat support atau penunjang jika nanti harus ada rasionalisasi. Namun demikian lanjutnya, terhadap program yang berdampak terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas.
Untuk pelaksanaan tracking program, kata Helmi akan dilaksanakan nanti pada bulan Mei mendatang. Karena saat ini seluruh program masih dalam tahap perencanaan, kecuali program yang bersifat untuk belanja modal.
“Mungkin ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD akan ada tanggapan terkait ini, namun untuk BAPPEDA berbicara dari sisi capaian program pembangunan yang sudah ditargetkan,” terangnya.(*)
Penulis: Alosius M. Budiman
