Hargo.co.id GORONTALO – Memasuki pertengahan Ramadan, masyarakat Gorontalo kembali diimbau untuk lebih waspada. Hal itu bukan hanya berkaitan kasus pencurian yang mulai kembali merajalela, tetapi juga berkaitan perubahan cuaca.
Pasalnya, memasuki pertengahan Ramadan, cuaca Gorontalo mengalami perubahan cukup ekstrim. Bahkan kemarin (20/6) dari siang hingga menjelang malam sebagian wilayah Gorontalo diguyur hujan deras.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo memprediksi, hujan dengan intensitas sedang dan deras masih akan berlanjut hingga beerapa hari kedepan.
Itu artinya, sampai akhir pekan ini wilayah Gorontalo masih akan diguyur hujan dengan durasi yang lama.
Kondisi bisa memicu potensi terjadinya banjir maupun tanah longsor. Apalagi, Gorontalo dari kondisi dan letak geografisnya masuk dalam 136 daerah di Indonesia yang rawan bencana.
“Hujan lebat ini dipicu gangguan dinamika atmosfir di wilayah Indonesia. Ia berupa rambatan gelombang,” terang Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo Fathuri Syahbani ketika dihubungi Gorontalo Post, kemarin, (20/6).
