SELAMA masih berkaitan dengan seni kaligrafi, Insya Allah masih bisa dikerjakan. Alhamdulillah, hobi ini memang sudah lama digeluti. Demikian penuturan Febriyanto Ladiku, seorang seniman kaligrafi saat berbincang dengan Hargo.co.id, di Kedai Kopi Coffee Loka, Tilamuta.
Abdul Majid Rahman / Boalemo
BANYAK yang belum tahu potensi yang dimiliki Febriyanto Ladiku, pemuda asal Kecamatan Mananggu, Boalemo, karena memang jarang terekspos. Pria yang lahir dari keluarga sederhana itu, merupakan alumni Pondok Pesantren Alkhairaat Dolo, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kini ia tetap menggeluti hobinya, kaligrafi.
Di samping itu, ia kerap mengajarkan ilmunya ke kalangan anak-anak yang ingin belajar tentang kaligrafi. Meski hanya bermodalkan alat seadanya, bahkan tanpa bayaran pun, semangatnya untuk membagikan ilmu pengetahuan kepada para generasi Boalemo, tak pantang surut. Tidak sedikit murid-muridnya yang mulai tau tentang seni kaligrafi.
Febriyanto Ladiku, juga kerap dikontrak oleh orang-orang yang membutuhkan jasa kaligrafi. Jika anda pernah salat di Masjid Jami Baiturrahman Tilamuta, Boalemo, pasti akan disuguhkan dengan sebuah karya tulis arab yang begitu indah nan menakjubkan, terpampang jelas pada dinding masjid, tepatnya di samping mimbar khotbah.

Meski hanya dengan fasilitas seadanya, tak menyurutkan semangat Febriyanto Ladiku, untuk berbagi ilmu pengetahuan tentang seni kaligrafi, kepada generasi. (Foto : Istimewa)
Nah, itu salah satu bekas tangan Febriyanto Ladiku, bersama kawan-kawannya tim berasal dari luar Daerah Boalemo. Menarik bukan? Sejak masih menimba ilmu di Sulteng, ia memang banyak menulis kaligrafi di beberapa sekolah dan Masjid, sesuai permintaan warga. Saat ini, Febriyanto Ladiku, dikontrak untuk mengajar di Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta, guna persiapan event MTQ.
Kepada Hargo.co.id, ia mengaku sebenarnya ingin berbuat banyak di tanah kelahiran Boalemo. Namun, apalah daya jika ekspektasi tak sesuai dengan realita. Ia kekurangan modal untuk bisa berkecimpung di pasaran. Padahal katanya, pernah ada salah seorang pejabat yang menawarkan kerja sama dengannya untuk mengembangkan potensi yang ia miliki tersebut.
“Tapi niat baik itu belum bisa terwujud kasihan. Mungkin juga karena beliau disibukan dengan tugas-tugas yang diemban. Jujur saja, saat ini saya memang kekurangan modal untuk berbuat banyak. Semoga saja kedepan modal saya bisa maksimal. Dengan begitu, mimpi saya bisa terwujud untuk berbuat lebih di tanah kelahiran,”harapnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan jasa kaligrafi, atau karya seni yang berkaitan dengan kaligrafi itu sendiri, direkomendasikan untuk menghubungi Febriyanto Ladiku di nomor telepon 081340267491. Sekilas informasi tentang pemuda yang ingin berbuat untuk tanah kelahiran Boalemo. (***)
*) Penulis adalah wartawan Hargo.co.id Biro Boalemo
