Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Istri Bandar Narkoba Sulteng Jadi Target Aparat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Jumat, 13 April 2018 | 13:33 PM Tag: , ,
  

GORONTALO,Hargo.co.id  – Setelah melakukan penangkapan terhadap delapan orang yang diduga terlibat narkoba, termasuk salah seorang yang bernama IL alias Iwan yang diduga sebagai bandar Narkoba asal Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kali ini giliran istri Iwan yang diduga membawa kabur sabu-sabu milik suaminya itu yang diburu Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Bahkan, BNNP Gorontalo telah melakukan kerjasama dengan BNNP Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk melakukan pengungkapan perkara lainnya.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Drs. Oneng Subroto ketika diwawancarai kemarin menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap delapan orang ini atas bantuan informasi dari BNNP Sulteng dan sejak awal pihaknya telah menjalin kerjasama dengan BNNP Sulteng.

Oleh karena itu, saat ini pula telah dilakukan koordinasi dengan BNNP Sulteng untuk menangkap istri IL alias Iwan yang diduga sebagai bandar narkoba. “Pada saat penangkapan, tidak ditemukan barang, karena diduga barang tersebut telah dibawa lari oleh istri Iwan. Oleh karena itu, kami sudah mengkoordinasikan hal ini dengan BNNP Sulteng, guna mencari tahu keberadaan dari istri Iwan,” jelasnya.

Lanjut kata Jendral Bintang Satu ini, untuk wilayah Gorontalo, sesuai dengan pemetaan yang dilakukan oleh BNNP Gorontalo, masih wilayah Kota Gorontalo yang rawan penyebaran Narkoba, setelah itu Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, Boalemo, Bone Bolango dan yang terakhir adalah Gorontalo Utara (Gorut).

Dari hasil penyelidikan BNNP Gorontalo, sejauh ini jalur darat yang mendominasi masuknya Narkoba dari wilayah Sulteng. “Jalurnya yakni dari Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Gorontalo dan kemudian Sulawesi Utara (Sulut).

Semuanya melalui jalur darat dan ini yang terus kami upayakan untuk diberantas. Kami pun berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mengungkap segala bentuk peredaran Narkoba di wilayah Gorontalo,” harapnya.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, setiap kali dilakukan penangkapan di wilayah perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng), selalu informasi bocor dan penangkapan seringkali gagal.

Hal tersebut diduga dikarenakan dua pegawai Pemda Pohuwato yakni AG alias Dul yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja dan D alias Wi yang bertugas di Dinas Perhubungan. Keduanya pula diamankan oleh BNNP pada saat melakukan operasi di wilayah perbatasan.

Sekda Pohuwato, Djoni Nento yang mendapatkan informasi tersebut ketika diwawancarai mengatakan, pihaknya tetap masih akan menunggu hasil proses hukum lebih lanjut. Ketika sudah ada hasil proses hukum, maka yang bersangkutan tentu akan dipross sebagaimana aturan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami masih menunggu proses terlebih dahulu. Yang pasti, dalam aturan sudah sangat jelas untuk sanksi terhadap mereka yang melanggar,” tegasnya. (kif/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar