Friday, 6 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jadi Situs Sejarah, Indra Yasin: Benteng Kota Mas Harus Dilindungi

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Wednesday, 7 July 2021 | 04:05 AM Tags: ,
  Ketua Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Irna Saptaningrum menunjukan beberapa hasil temuan kepada Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin menegaskan bahwa Benteng Kota Mas merupakan situs bersejarah. Makanya, harus dilindungi karena nantinya akan menjadi bagian penting dalam sejarah Gorontalo Utara.

“Benteng Kota Mas harus dilindungi. Saya harap kawasan itu jangan ada yang mengkapling, karena itu merupakan peninggalan sejarah yang nantinya dapat menjadi bagian penting dalam peningkatan objek wisata di Gorontalo Utara,” tegas Indra Yasin usai menerima kunjungan Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara, di ruang kerjanya, Senin (05/07/2021).

Oleh sebab itu, Indra Yasin telah meminta kepada OPD teknis, dalam waktu dekat ini untuk mengamankan benteng tersebut. Antara lain, melakukan pemagaran di kawasan itu.

“Jangan ada yang membangun, menggunakan atau memanfaatkan pekarangan atau lahan yang berkaitan dengan ekskavasi yang dilakukan oleh tim arkeolog tersebut,” pintanya.

 Ketua Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Irna Saptaningrum menunjukan beberapa hasil temuan kepada Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin. (Foto: Istimewa)

Ketua Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Irna Saptaningrum menunjukan beberapa hasil temuan kepada Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin. (Foto: Istimewa)

Seperti diketahui, dari hasil ekskavasi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara, ada hal menarik yang ditemukan. Tim peneliti berhasil menemukan struktur sumur tua di kawasan reruntuhan Benteng Kota Maas itu.

“Dan memang didapatkan juga koin kuno peninggalan sejarah ada dua keping. Ini tentu akan membuka tabir siapa sebetulnya yang bangun benteng itu,” ungkapnya.

Ia mengaku baru tahu soal situs Benteng Kota Maas itu, setelah tim peneliti melakukan ekskavasi dan menginformasikan hal tersebut kepadanya.

“Alhamdulillah saya baru tahu tadi (kemarin). Karena, selama ini benteng itu kita anggap hanya sebagai peninggalan biasa saja atau bongkahan-bongkahan batu. Tapi, ternyata dia mempunyai peninggalan sejarah yang kalau diungkap, sesuai perkiraan mereka (tim peneliti) dibangun pada zaman penjajahan Belanda atau Spanyol,” imbuhnya.

Tak hanya itu saja, terkait dengan situs peninggalan sejarah, Indra Yasin pun meminta agar beberapa tempat dan benda bersejarah yang ada di daerah itu untuk juga dijaga dan dilindungi kelestariannya.

“Barangkali juga peninggalan-peninggalan sejarah lainnya di Gorut yang perlu ditelusuri. Misalnya, di Sumalata, ada juga peninggalan Belanda, apakah Belanda atau siapa. Nanti mereka akan melakukan penelitian,” ujarnya.

Selebihnya Ia berharap, mudah-mudahan dengan penelitian itu, pihaknya di Gorontalo Utara akan mempunyai sejarah tentang apa dan kenapa sampai tertulis kota maas di situs tersebut.

“Ada apa sebetulnya di Kwandang ini. Adakah emas yang terpendam di Gorontalo Utara, itu akan mereka teliti apakah pada tahun 1700 atau 1800,” tuturnya.

Seperti diketahui, tim yang diketuai Irna Saptaningrum itu akan kembali melakukan penelitian lebih lanjut tahun depan pada benteng yang terletak di Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang. (abk/adv/hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar