Kamis, 11 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jaharudin Umar : Pendidikan Penting Bagi Penyelenggara Pemilu

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Senin, 25 Juli 2022 | 10:05 Tag: ,
  Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Jaharudin umar saat menjadi narasumber pada Podcast Femmy Udoki. (Foto: istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai salah satu lembaga penyelenggara Pemilu sangat penting dalam mewujudkan demokrasi yang bersih. Tak hanya tingkatkan nasional namun juga di daerah.

Bawaslu dinilai sangat penting untuk memastikan pelaksanaan pemilu dilakukan secara langsung aman, bebas, rahasia, jujur dan adil. Dimana dalam pelaksanaanya harus dibarengi dengan pengetahuan dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Jaharudin Umar, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo untuk terus menempuh pendidikan. Menurutnya, Proses belajar secara sistematis di perguruan tinggi akan mengajarkan cara berpikir yang sistematis pula.

Tak hanya dirinya, kebiasaan belajar Jaharudin umar ini juga menular kepada beberapa komisioner Bawaslu Provinsi Gorontalo. Hal ini dijelaskan Jaharudin Umar saat menjadi Narasumber dalam Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina pada 7 juli 2022.

“Saya kira di Bawaslu ini harus ditopang dengan kemampuan SDM. Belajar keilmuan secara sistematis akan mengajarkan kita untuk berpikir sistematis pula. Ini juga mengajarkan kita untuk bijak dalam menyelesaikan masalah,” kata Jaharudin Umar.

Bawaslu yang dipimpin oleh lima orang komisioner diibaratkan Jaharudin Umar sebagai suatu Perahu besar dengan lima kemudi. Hal ini menuntut setiap komisioner untuk saling memahami. Jika tidak, dinamika yang kerap dihadapi justru akan menjadi beban pribadi jika tidak saling memahami.

“Menurut saya dengan pendidikan itulah kita belajar memahami orang lain. Kita bisa berpikir lebih luas, lebih sistematis dalam menyelesaikan masalah dengan penuh kesabaran. Mengumpulkan semua pendapat menjadi satu kekuatan,” Katanya menerangkan.

Jaharudin umar menjelaskan, Pemilu adalah suatu proses pengalihan suatu kekuasaan yang sudah tentu syarat akan Kepentingan. Tak hanya oleh para calon, namun juga para pendukung. Maka jika tidak diatur dengan baik, maka ini akan menjadi persoalan.

“Misalnya dalam penyampaian informasi. kalau kita tidak kuat dulu maka akan terjadi perbedaan penyampaian informasi dari kita. Ini justru membuat masyarakat bingung dan kita kehilangan kepercayaan. Karena itu dari kita sudah sepakat hanya ada satu sumber informasi,” Katanya mengungkapkan.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh lewat bimtek harus juga didasari dengan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal. Apalagi Bawaslu tidak hanya menangani persoalan administrasi, tapi juga tentang masalah hukum yang perlu pengetahuan yang memadai.

“Bawaslu atau penyelenggara pemilu memang penting untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Mudah mudahan setelah menempuh pendidikan kita bisa memahami keadaan yang kita hadapi dan kita bisa membuat langkah langkah sistematis yang akan kita lakukan,” pungkas Jaharudin Umar. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar