Januari – November 2022, Kebakaran di Boalemo Capai 29 Kasus 

×

Januari – November 2022, Kebakaran di Boalemo Capai 29 Kasus 

Sebarkan artikel ini
Kantor Damkar Boalemo Boalemo. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Data Pemadam Kebakaran (Damkar) Boalemo menyebutkan, total kebakaran saat ini di Boalemo, sebanyak 29 kasus. Ini diakumulasi sejak Januari hingga November 2022.

Kepala Bidang Damkar Boalemo, Erfin PLH. Susanto, melalui Staff Administrasi Penanggulangan, Zulfadly Sayadi, mengungkapkan, rata-rata pemicunya, adalah korsleting listrik. Sisanya human error (kelalaian).

“Catatan kami sepanjang 2022, ada 29 kasus. Kalau 2021 ada 31 kasus. Alhamdulillah sejauh ini tak ada korban jiwa. Hanya ada 1 yang korban luka bakar tahun ini,”kata dia, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, bersama Rahyudin Yalini, ASN Koordinator Regu Yudha, Selasa, (08/11/2022).

Adapun rincian dari data 2022 sambungya, yakni rumah 13 unit, kendaraan mobil 1 unit, bangunan milik Pemerintah 3 unit, lahan sebanyak 6, Gardu PLN 2, dan sisanya 4 tempat usaha pengasapan kelapa (porono) milik warga.

“Kami tentu mengimbau, selalu waspada terhadap potensi-potensi kebakaran. Kami juga selalu mengingatkan ini melalui beberapa kali pertemuan, baik dengan Pemerintah Kecamatan, Desa, dan dengan masyarakat langsung. Setiap 3 bulan sekali itu kami turun. Di samping itu ada simulasi pencegahan,”ujarnya.

Disinggung terkait sarana prasarana penanggulangan kebakaran dan non kebakaran, Zulfadly Sayadi mengungkapkan, saat ini belum memadai. Misalnya baju safety (keselamatan) anti panas, sepatu, masker, dan lainnya. Itu semua kata dia, masih perlu pengadaan jika anggaran mendukung.

“Untuk unit Armada sekarang ada 2, mobil tua dan baru. Yang tua itu sejak tahun 2000, masih dengan BPBD. Mobil baru sekitar 2017. Mobil ambulance juga ada 1 unit, bantuan dari Korea Selatan 2017, kalau tak salah. Tapi kondisinya masih rusak sekarang, seperti unit Armada yang tua,”ungkapnya.

Adapun potensi risiko yang dihadapi personel selama ini di lapangan lanjutnya, paling banyak juga saat penanggulangan non kebakaran. Seperti mengevakuasi ular, sarang lebah, dan sejenis hewan, atau binatang berbisa lainnya.

“Personel bukannya takut menghadapi hewan berbisa. Tapi memang alat-alat masih kurang. Seperti untuk penanggulangan ular dan lebah. Terkadang personel juga kena sengatan lebah,”katanya, menutup perbincangan. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman