Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jejak Iwan Bokings dan Nani Wartabone di Labuhan Timur

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Minggu, 2 Oktober 2022 | 20:05 Tag: , , ,
  Tambatan perahu di Labuhan Timur, Tabongo. Tampak 50 unit rumah nelayan berjajar di atas bukit. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dulu, Almarhum Iwan Bokings, saat masih menjabat Bupati Boalemo, kerap mengunjungi kampung kecil yang bernama Labuhan Timur. Labuhan Timur adalah salah satu Dusun di Desa Tabongo, Dulupi. Hingga sekarang, kampung yang dihuni oleh sekitar 400 sekian jiwa manusia ini masih berstatus Dusun.

Konon, Iwan Bokings sering ke Labuhan Timur untuk melihat sejumlah keluarganya. Maklum, sebagaimana cerita orang-orang, ada keluarganya dari sebelah ibunya di Dusun terpencil ini. Mereka bermarga Manto, persis seperti marga Almarhumah Ibunda tercinta Iwan Bokings, yakni Djariyah Manto.

Namun, terlepas dari konteks itu, sosok Iwan Bokings memang dekat dengan rakyatnya. Tak heran ketika ia berkunjung ke Labuhan Timur, selalu disambut gembira oleh masyarakat di sana. Ini dibuktikan dengan hidangan makanan Desa yang selalu disajikan kala ia datang. Seperti jagung rebus, singkong rebus, dabu-dabu dan pula ikan batu bakar.

Sekitar 80 persen masyarakat di Labuhan Timur, bermata pencaharian nelayan. Kala itu, Dusun ini belum dijangkau oleh aliran listrik. Apalagi PDAM. Penerangan hanya pakai Petromax. Lampu kebanggaan para nelayan. Sedangkan air minum, harus memasak air berasal dari sumur.

Akses jalan menuju pelosok ini, sekira 2 KM dari pusat Desa. Ngomong-ngomong, jika musim hujan, masyarakat sedikit sulit melintasi akses masuk (jalur Tabongo). Lumpurnya minta ampun. Tapi, karena keberpihakan Iwan Bokings kala itu, aspirasi masyarakat direalisasikan.

Kalau tak salah, pada 2004 silam, Iwan Bokings memerintahkan Kadis PUPR yang saat itu adalah Handoyo Sugiharto, untuk segera memperbaiki akses jalan menuju Labuhan Timur. Selain itu, ia juga merealisasikan air minum bersih, dengan membangun sebuah Bak penampungan air sungai, menggunakan mesin Alkon.

Hanya satu yang tak sempat dipenuhi oleh Iwan Bokings, yakni aliran listrik. Namun, di Era Rum Pagau dan Lahmuddin Hambali, sudah teratasi masalah penerangan tersebut. Jika tak salah diadakan oleh Petugas PLN pada 2016.

Seiring berjalannya waktu, PDAM ikut masuk di Labuhan Timur. Hanya saja, kondisi akses jalan yang pernah dibangun di Era Iwan Bokings di sana, mulai rusak dan banyak berlubang. Kondisinya butuh sentuhan lagi dari Pemerintah.

“Sebenarnya jalan menuju kampung kami ini sudah harus diperbaiki. Kalau hujan, pasti becek dan sulit dilewati,” kata warga Tabongo, Munawir, Ahad, (02/10/2022).

Ia berharap, Pemerintahan sekarang, dapat menyempatkan waktu mengunjungi Labuhan Timur. Melihat langsung bagaimana kehidupan riil masyarakat Boalemo yang berada di pinggiran.

Sebagian orang berpendapat, Labuhan Timur memiliki potensi wisata. Warga pun siap memaksimalkan potensi wisata di Dusun ini, selama akses jalan sudah diperhatikan. Salah satu spot wisata menarik yang sempat viral di Dusun ini, adalah Wisata Mangrove Langala. Tapi yang ini tidak sempat bertahan lama.

“Semoga Pemerintah sekarang peduli. Menurut saya, infrastruktur harus diperbaiki. Apalagi jalan. Ini mestinya masuk program prioritas. Paling tidak, anggaran pemeliharaan disiapkan. Saya yakin, seiring berjalannya waktu, kampung ini akan berkembang dengan sejumlah potensi yang dimilikinya,” kata dia.

Dikisahkan oleh sebagian orang, kampung kecil ini juga pernah dikunjungi oleh Pahlawan Nasional Gorontalo, Nani Wartabone. Kisah ini diceritakan oleh Almarhum Ani Djamu Ilahude, salah satu sesepuh di Labuhan Timur. Saat itu Sang Pejuang Gorontalo, menyisir Pantai Labuhan Timur, diiringi Marching Band.

Pada 2019 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, telah menyelesaikan pembangunan 50 unit rumah khusus untuk para nelayan di Dusun ini. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 261 times, 1 visits today)

Komentar