Hargo.co.id, GORONTALO – Jelang perayaan tahun baru, sejumlah pedagang petasan dan kembang api mulai kebanjiran pembeli. Hal ini diakui penjual yang ada dikawasan JDS, Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo.
Fadia, salah satu pedagang petasan mengakui bahwa pendapatan selama sepekan terakhir masih belum menentu.
Ia menyebutkan, pendapatan harian terkadang berada di sekitar Rp150 ribu, namun pada hari tertentu bisa mencapai Rp 400 ribu, tergantung jumlah pembeli yang datang.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Fadia menilai pendapatan pada kurang lebih H-7 Tahun Baru relatif sama. Pada waktu tersebut, pendapatan hariannya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Menurutnya, lonjakan pendapatan biasanya baru terlihat saat mendekati H-3 malam pergantian tahun.
Fadia menjelaskan, harga petasan tahun ini mengalami kenaikan karena dipengaruhi oleh banyaknya produk dengan model baru serta ketersediaan stok yang tidak menentu.
Ia menambahkan, apabila stok di lapak habis dan harus kembali membeli di agen, harga petasannya akan berpotensi naik.
Bahkan, harga diperkirakan akan kembali meningkat jika mendekati Tahun Baru dan persediaan semakin menipis.
Pembeli petasan pun tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak, tetapi juga kalangan remaja, hingga orang dewasa.
Meski ramainya pembeli belum stabil, Fadia mengungkapkan bahwa pada hari-hari tertentu ada pembeli yang membeli hingga empat paket petasan jenis roman.
Ia berharap pendapatan tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk sekarang masih di sekitar ratusan ribu karena masih H-7, tapi untuk pendapatan akhir belum bisa dipastikan. Insya Allah lebih tinggi,” pungkas Fadia. (MG-04)












