Minggu, 29 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Tuntutan Tak Dipenuhi, Massa Ancam Kembali Gelar Aksi pada 21 April   

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 11 April 2022 | 20:05 Tag: , , ,
  Massa aksi saat ditemui Staf Ahli Gubernur, Taufik Sidiki guna menyampaikan jika Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie tak ada ditempat. (Foto: Fasyila Aulia Londo/ Untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO –  Mahasiswa yang menggelar aksi pada 11 April 2022 di Gorontalo, mengancam akan kembali turun ke jalan jika tuntutan tak dipenuhi. Itu diungkapkan setelah 10 delegasi mahasiswa menemui Staf Ahli Gubernur Gorontalo, Taufik Sidiki di Rumah Dinas Gubernur. 

Informasi yang berhasil dihimpun, ratusan mahasiswa datang di rumah dinas Gubernur Gorontalo meminta klarifikasi. Ini terkait pernyataan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie yang  telah mengeluarkan statement mendukung Presiden Joko Widodo 3 periode. 

“Hasil mediasi 10 orang delegasi mahasiswa dengan salah seorang staf Gubernur Gorontalo, pak Taufik Sidiki, yang mana statement yang dikeluarkan oleh pak gubernur sudah ada klarifikasi langsung di media sosial,” kata Madya, salah satu dari 10 delegasi yang menemui staf ahli. 

Selanjutnya, terkait minyak goreng, BBM yang harganya naik, sudah disampaikan. Mahasiswa tahu jika kapasitas Pemprov Gorontalo tak sampai, sehingga meminta agar gubernur menyampaikan aspirasi ini ke Presiden Joko Widodo. 

“Kami juga meminta gubernur Gorontalo agar tetap fokus dengan isu-isu lokal, tidak perlu fokus pada isu-isu nasional. Kami sudah menyampaikan semua kepada staf ahli gubernur dan langsung disampaikan ke gubernur,” katanya. 

Para mahasiswa ini berjanji akan kembali gelar aksi pada 21 April 2022 jika tuntutannya tak digubris. Ini ditegaskan salah seorang mahasiswa, Fikri Tagigo usai menemui Staf Ahli Gubernur bersama delegasi lainnya. 

“Alhamdulillah tadi aspirasi kami sudah diterima oleh pihak pemerintah dan akan ada pembicaraan antara kami dengan gubernur. Namun jika kami tidak diagendakan menyampaikan aspirasi maka akan ada aksi pada di 21 April dengan masa yang lebih banyak lagi,” tegas Fikri Tagigo. (***)

 

Penulis: Ardiansyah Kandoli/ Fasyila Aulia Londo *

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG

(Visited 70 times, 1 visits today)

Komentar