Kapolres Boalemo, AKBP Deddy Herman, saat mendengarkan unek-unek yang disampaikan oleh para Kepala Desa. (Foto: Istimewa)

Jumat Curhat, Kapolres Boalemo Tampung Keluhan Sejumlah Kades

Ragam

Hargo.co.id, GORONTALO – Kapolres Boalemo AKBP. Deddy Herman, S.I.K, menampung keluhan dari Kepala Desa di daerah yang diundang pada kegiatan rutin Jumat Curhat, (20/01/2023).

Keluhan pertama disampaikan Kepala Desa Patoameme, Botumoito. Ia mengatakan, jika di Desanya marak dengan waria. Hal tersebut cukup meresahkan di tengah-tengah warga disana.

banner 728x485

Selain itu, kata dia, peredaran Minuman Keras (Miras) juga sangat memprihatinkan di Patoameme. Menurutnya, hal ini juga harus diberantas, mengingat dampak buruknya lebih besar.

“Kami mohon Polisi melakukan pemberantasan Miras dan juga bencong (waria) di Desa kami Patoameme. Sebab masih marak dan meresahkan warga,” harapnya.

Dalam kesempatan sama, Kades Hutamonu, Botumoito, turut mengemukakan keresahan masyarakatnya yang berada di pesisir. Yakni, bom ikan dan kompresor yang digunakan nelayan dari luar di Desa mereka.

Menurutnya tindakan pengeboman ikan dan cara menangkap ikan dengan metode menggunakan kompresor, dapat merusak ekosistem terumbu karang.

“Sempat kami melihat warga mengambil ikan dengan cara menggunakan kompresor, kemudian kami melakukan pengejaran. Namun tidak bisa dikejar, karena mereka menggunakan mesin katintin besar,” beber Kades Hutamonu.

Masalah lainnya datang dari Desa Bolihutuo, Botumoito. Yang mana, Kades Bolihutuo menerima laporan dari masyarakat, terkait dua usaha yang saling berdekatan. Yakni, burung walet dan arang tempurung.

Masalahnya, kedua usaha tersebut tidak bisa berdekatan. Karena polusi asap akan menganggu rumah walet. Ini pun dinilai berpotensi konflik. Sehingga, harus dicarikan solusi bersama.

“Kami menilai hal tersebut berpotensi gangguan Kamtibmas,” kata Kepala Desa, Bolihutuo.

Adapun terkait hewan lepas, tak ketinggalan disuarakan oleh Kades Tutulo, Botumoito. Yang mana, perihal ternak ini, juga meresahkan warga. Padahal kata dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi.

“Pemerintah Desa sudah melakukan sosialisasi, tapi masih saja pemilik sapi bandel. Jika dibiarkan, tentunya ini berpotensi menimbulkan masalah, antara pemilik ternak dengan pengelola lahan,” keluh Kades Tutulo di hadapan Kapolres dan sejumlah Wartawan yang hadir.

Sementara itu, Kapolres Boalemo AKBP. Deddy Herman, S.I.K, yang mendengarkan langsung berbagai unek-unek Kepala Desa tersebut, mengatakan, jika dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Otanaha.

“Oleh karena itu, kami juga butuh masukan dari semua pihak. Paling penting dalam menghadapi gangguan Kamtibmas ini, adalah kolaborasi kita semua. Upaya pencegahan itu perlu,” kata AKBP Deddy Herman, didampingi Wakapolres, dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Boalemo.

Ia menjelaskan, Jumat Curhat merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan oleh Polres Boalemo. Tujuannya, selain mempererat hubungan silaturahmi, juga guna mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait Kamtibmas.

“Kami dengar juga ada masalah terkait HGU di Desa Potanga. Yang mana, ada warga yang membangun di atas tanah HGU tanpa izin. Kami berharap pemerintah setempat memediasi persoalan tersebut,” harap AKBP Deddy Herman.(*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *