Hargo.co.id, SULUT – Majelis Wilayah Korps Alumni HMI Sulawesi Utara (MW Kahmi Sulut) akan mengusung Dr. Taufik Pasiak sebagai salah satu presidium dalam Musyawarah Nasional (Munas) Kahmi yang akan dilaksanakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada 25 November 2022 Nanti.
Seperti diketahui, presidium Kahmi nasional berjumlah sembilan orang. Saat ini, sejumlah nama incumbent yaitu Ahmad Dolly Kurnia, dan Herman Khaeron mulai mencuat. Selain itu, Ada juga Menteri Investasi Bahlil Lahadia, dan Anggota DPR RI Zulfikar Asikin.
Koordinator Presidium Kahmi Sulut, Suardi Hamzah mengatakan, Dr. Taufik Pasiak merupakan salah satu kader terbaik di HMI manado. Deretan prestasi yang dimiliki alumni Fakultas Kedokteran Unsrat ini menjadi alasan MW Kahmi Sulut mengusungnya.
“Dia telah tampil di berbagai forum nasional, bahkan pernah diundang KPK RI. Buku-bukunya tentang neurosains best seller. Terakhir, Dr Taufik dipilih menjadi Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta,” katanya di depan puluhan pengurus Kahmi Sulut dan Kahmi daerah, Sabtu (1/10/2022).
Pengusungan Dr dr Taufik Pasiak dilaunching secara resmi Kahmi Sulut di Hotel Aston Manado yang dihadiri oleh sejumlah alumni HMI Manado, diantaranya penasehat MW Kahmi Sulut Hamdi Paputungan, Hamzah Latief, juga tokoh muslim Ir Djafar Alkatiri yang sekarang anggota DPD RI asal Sulut.
Dr Taufik Pasiak dalam orasinya pada kegiatan tersebut menegaskan bahwa sudah saatnya Kahmi diwarnai para cendekiawan, sebab habitat Kahmi selalu berlandaskan pada intelektual. Menurutnya, Kahmi akan dihitung jika diisi para cendekiawan di semua bidang.
“Saya ingin mengembalikan kejayaan HMI sebagai kelompok pemikir yang struktural. Kecendekiaan harus ada di semua lini kehidupan. Cendekiawan tetap harus berkolaborasi dengan para para praktisi yang terjun di politik dan lainnya,” Katanya menegaskan.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir Kami lebih condong ke gerakan politik praktis. Dirinya ingin Kahmi juga berisikan tentang sosial ekonomi dan politik sebagai gerakan cendekiawan.
“Bidang lain dibantu. Kalau dia politisi maka politisi yang cendekiawan. Kalau pengusaha maka pengusaha yang cendekiawan. Mereka pengusaha tapi pemikir. Contoh Sugeng Suryady, Johan Effendi, Kuntowijoyo, Dawam Rahardjo dan Adi Sasono,” Katanya.
Ditempat yang sama, Djafar Alkatiri memberikan testimoni. Dirinya menceritakan pengalamannya saat masuk maperca HMI 1988. Menurut Djafar Alkatiri, sosok Dr Taufik Pasiak merupakan orang yang spesial dan istiqomah pada bidangnya.
“Dia punya lima kualitas insan cita. Insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi, insan bernafaskan islam dan bertanggung jawab. Saya yakin dr Taufik sangat layak menjadi presidium Kahmi nasional. Semua kualitas insan cita ada padanya,” Katanya menandaskan.(*)
Rilis: KAHMI Sulut
