Hargo.co.id BONBOL – Naas kejadian yang menimpa Ayub Kalulu. Kakek berusia 62 tahun itu tewas mengenaskan setelah jatuh dari pohon kelapa, di perkebunan Desa Pancuran, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol), kemarin, (29/7).
Kejadian itu cukup membuat geger warga sekitar, kemarin, (29/7), sekira pukul 11.00 Wita.
Informasi yang dirangkum Goronalo Post (group hargo), sebelumnya, Ayuba berangkat dari rumahnya di Desa Alale, Kecamatan Suwawa Tengah, Bonbol, Kamis, (28/7) menuju ke kebunnya di Desa Pancuran. Namun hingga malam hari, ia tak kunjung pulang ke rumahnya.
Ayuba baru ditemukan oleh Mantri Saleh Butalo, yang kebetulan siang hari itu sedang mencari janur dikebunnya yang berada satu kawasan dengan korban. Tanpa sengaja Mantri Saleh menemukan Ayuba yang terkapar dibawah pohon kelapa dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa lagi. Mantri benar-benar sok. Apalagi setelah mengetahui, Ayuba sudah tidak lagi bernafas.
Ia pun langsung berlari dan memberitahukan keberadaan Ayuba tersebut kepada warga sekitar. Selanjutnya ia bergegas mencari Amrin Tiola, istri dari korban.
Sementara itu setelah bertemu dengan Amrin, Saleh langsung memberi tahukan apa yang sudah dilihatnya saat di lokasi kebun dan mengajak Amrin menemui suaminya itu. Betapa terkejutnya Amrin saat melihat Suami tercintanya sudah tewas dengan bersimbah darah dibagian kepala.
Melihat kejadian tersebut, Amrin dengan linangan air mata berlari dan melaporkan kejadian tersebut ke pada pihak Desa, besama Kapala Desa Alale mereka kamudian kembali ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan selanjutnya menghubungi Polres Bonbol.
Kapolres Bonbol AKBP Wahyu Tri Cahyono melalui Kasat Reskrim Iptu Boby Rachman mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknynya langsung mendatangi lokasi kejadian, berikut melakukan olah TKP.
“Dari hasil olah TKP, diduga korban tewas akibat jatuh dari pohon kelapa,” ungkap Iptu Boby.
Korban juga kata Iptu Boby telah tewas sejak Kamis, (28/7). “Perkiarannnya sekira pukul 15.00,” katanya.
Saat ini kata Iptu Boby korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga menolak permintaan otopsi yang kita ajukan. “Keluarga hanya meminta kita mengambil visum luarnya saja,” pungkasnya.(tr-48/ar)
