Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



‘Kanjeng Dimas’ Gorontalo Tipu Wiraswasta, Untung Hingga Rp 94 Juta

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 21 November 2017 | 09:45 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO,– Seperti halnya Kanjeng Dimas yang bisa melipatgandakan uang, salah seorang pengusaha yang berada di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo kena tipu hingga puluhan juta.

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, kejadian berawal pada Mei 2017 lalu sekitar Pukul 15.30 Wita. Salah seorang wiraswasta Nasir Naue bersama rekannya sedang kesulitan dana.

Pada saat itu, Nasir Naue bertemu dengan NL alias Din (54) warga Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Lewat pertemuan itu, Nasir Naue dijanjikan bakal mendapatkan sebuah pedang jenis samurai, reptil (Toke) dan juga dana sebesar Rp 300 juta. Namun sebelum itu, Din meminta agar Nasir Naue menyerahkan dana untuk memuluskan rencana mendapatkan dana Rp 300 juta.

Akhirnya, karena yakin dengan Din, Nasir Naue pun menyerahkan dana Rp 94,8 juta secara bertahap. Setelah beberapa bulan kemudian, uang yang dijanjikan tak kunjung datang bersama dengan pedang samurai serta hewan reptile, akhirnya Nasir Naue melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Kapolsek Kota Tengah, Iptu Risda Itfira melalui Kanit Reskrim, Aipda F.A. Talani ketika diwawancarai di ruang kerjanya kemarin menjelaskan, NL alias Din menjanjikan bahwa dana milik korban akan berlipatganda. Namun hingga saat ini dana tersebut tidak kunjung ada dan bahkan korban sudah mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Atas kejadian ini, NL alias Din dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHPidana. “Informasi yang kami terima, sudah banyak korban yang ditipunya dan ini yang masih terus kami kembangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Din yang telah ditetapkan tersangka ketika diwawancarai mengaku, apa yang dijanjikan itu memang tidak ada dan uang yang diberikan oleh korban sudah dipergunakan untuk kebutuhan lain. “Hanya satu kali ini pak saya melakukan penipuan,” ujarnya bersalah ketika diwawancarai awak media. (kif)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar