Hargo.co.id, GORONTALO– Kantor Pajak Pratama Gorontalo yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo tiba-tiba dibuat heboh dengan telephone misterius yang mengatakan bahwa akan ada ledakan pada Pukul 14.30 Wita. Hal tersebut pun membuat panik seisi Kantor Pajak dan kemudian langsung melaporkan ke Kapolres Gorontalo Kota.
Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post (Hargo.co.id), sekitar pukul 08.40 Wita, resepsionis Kantor Pajak Pratama Gorontalo menerima telephone dari seorang lelaki yang tak dikenal. Pada saat itu, penelpon misterius tersebut mengatakan agar kantor segera dikosongkan, karena pada pukul 14.30 Wita, akan diledakan kantor tersebut.
Pegawai yang menerima telephone sempat bertanya guna memastikan lagi apa yang disampaikan. Namun tiba-tiba saja telephone langsung terputus. Mendengarkan hal tersebut, pegawai yang menerima telephone langsung melaporkan hal tersebut kepada pimpinannya dan hal tersebut pula dilaporkan kepada Kapolres Gorontalo Kota.
Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK,MM yang sedang sibuk dengan pengamanan Pilkada kemudian koordinasikan informasi tersebut ke Polda Gorontalo guna meminta personil Jihandak Polda Gorontalo.
Tak hanya itu saja, anggota Intel dan Reskrim langsung diturunkan guna melakukan pengecekan terlebih dahulu. Bahkan seluruh pegawai kantor pajak diminta untuk segera mengosongkan gedung dan pelayanan diminta untuk ditutup. Setelah semuanya telah dikomunikasikan, Kapolres beserta anggota langsung menuju lokasi untuk memantau langsung informasi terror bom.
Pantauan di lokasi, Tim Jihandak Polda Gorontalo melakukan penyisiran pada sejumlah tempat yang ada di Kantor Pajak Pratama Gorontalo tersebut. Baik itu gedung utama, ruangan-ruangan, parkiran hingga gudang belakang.
Pada saat berlangsung pengecekan, Karo Ops Polda Gorontalo, Kasat Brimob dan juga Kasatgas Anti Teror, datang ke lokasi. Setelah kurang lebih dua jam lamanya melakukan pengecekan diseluruh tempat yang ada di kantor Pajak Gorontalo, tidak ditemukan adanya barang mencurigakan atau bom seperti yang diinformasikan.
“Yang menerima telephone itu sekretaris saya. Katanya Kantor Pajak akan dibom pada Pukul 14.30 Wita. Oleh karena itu, kami langsung koordinasi dengan Kapolres dan sudah diminta agar pegawai dievakuasi. Alhamdulillah pula sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya bom. Meski demikian, kami tetap akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Kepolisian kedepannya,†jelas Kepala Kantor Pajak Pratama Gorontalo, Daud Suranto
.Ditanyakan apakah ada permintaan dari pihak penelpon? Kata Daud Suranto, telephone tersebut hanya mengatakan untuk mengosongkan gedung dan akan dibom pada pukul 14.30 Wita.
“Tidak ada permintaan apa-apa. Hanya seperti itu penyampaiannya,†ujarnya. (Lebih lengkapnya, baca Gorontalo Post edisi Jumat, 29/06/2018)
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya, SIK, MM yang didampingi sejumlah perwira Polres menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Jihandak Polda Gorontalo, tidak ditemukan adanya barang mencurigakan atau bom.
“Alhamdulillah aman. Sudah dicek dan tidak ditemukan bom atau barang sejenisnya yang mencurigakan,†terangnya.
Ditanyakan bagaimana dengan penelpon misterius tersebut? Dirinya menjelaskan jika masih dilakukan penyelidikan lebih dalam terkait dengan siapa penelpon tersebut. Tak hanya itu saja, sejumlah barang bukti pendukung kini sudah diamankan oleh anggota guna penyelidikan lebih lanjut.
“Jika kami temukan, tentu akan kami proses sebagaimana aturan yang ada,†tegasnya seraya mengatakan akan terus membangun koordinasi dengan pihak kantor pajak dan diharapkan pula agar tetap waspada. (kif-gp/hg)
